Rakyat dicari saat pemilu, tetapi mengapa sebagian wakilnya justru menjauh setelah berkuasa? Demokrasi bukan mandat untuk meninggikan diri.
Opini
APBA Perubahan Batal, Banjir Belum Tuntas, Kebudayaan Jangan Dikorbankan
APBA Perubahan tidak berlanjut, tetapi tanggung jawab pemerintah tetap berjalan. Rakyat berhak mengetahui nasib pemulihan banjir dan kebudayaan Aceh.
Penanganan Bencana Tak Cukup dengan Imbauan, Rakyat Butuh Perlindungan Nyata
Kabut asap kembali menguji kesiapsiagaan Aceh. Ketika luka bencana belum pulih, rakyat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar imbauan.
Jembatan Boleh Putus, Jangan Sampai Komando Negara Ikut Putus
Jembatan Enang-Enang menunjukkan kuatnya gotong royong rakyat. Namun, apakah sistem negara sudah bergerak sekuat rakyat?
Kita Mengeluh Ketika Sejarah Terabaikan, tetapi Diam Ketika Kebudayaan Dikerdilkan
Kita sering mencari sejarah dalam buku. Padahal, sebagian sejarah hidup dalam bahasa, hikayat, adat, manuskrip, dan tradisi.
Pejabat Bermuka Tebal, Mengapa Tak Juga Mundur?
Jabatan publik bukan milik pribadi. Ketika gagal, pejabat semestinya berani berkaca, memperbaiki diri, bahkan mundur.
Dengan Pengalaman Gempa-Tsunami dan Banjir Bandang, Apa Yang Sudah Dipersiapkan Pemerintah Aceh Apabila Menghadapi Bencana Alam ke Depan?
Oleh : Muhammad Yusuf Bombang (Apa Kaoy) |…
Perdamaian Tidak Cukup Tanpa Keadilan
Ketika bendera dikibarkan dan senjata meletus di hari perdamaian, pertanyaannya bukan siapa yang salah—tapi apa yang belum selesai.
Ancaman LGBT di Aceh: Saatnya Ayah Pulang dan Mengambil Peran
Angka penularan HIV di Aceh menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan. Di balik fenomena ini, penguatan ketahanan keluarga dan kehadiran sosok ayah menjadi benteng pertahanan utama.
Qanun Bahasa Aceh Sudah Ada, Kini Saatnya Memiliki Kamus Besar Bahasa Aceh
Qanun Bahasa Aceh menjadi tonggak penting pelindungan bahasa daerah. Namun, tanpa Kamus Besar Bahasa Aceh yang terus diperbarui, upaya pelestarian bahasa belum akan benar-benar kokoh.
Negara Tak Boleh Abai terhadap Kebudayaan
Ketika bahasa dan tradisi menghilang, yang lenyap bukan sekadar warisan budaya, melainkan identitas bangsa. Di sinilah negara harus hadir.
Seniman Tidak Sedang Mengeluh, Mereka Sedang Mengingatkan
Ketika seniman Aceh bersuara, publik kerap menganggapnya keluhan. Padahal, mereka sedang membangunkan negara dari tidur panjang untuk menjaga marwah konstitusi dan identitas bangsa.
Ketika Listrik Padam, Kewajiban Rakyat Tidak Ikut Padam
PewartaAceh | Banda Aceh – Ketika listrik padam,…
Ketika Suara Rakyat Mulai Dianggap Gangguan
PewartaAceh | Banda Aceh, Mei 2026 – Di…
Kritisi Pergub JKA, Dua Aksi Beda Cara
DI pintu gerbang Kantor Gubernur Aceh, pada pagi…
JKA, Jejak yang Pernah Menjadi Arah
Banda Aceh, 05 Mei 2026 Beberapa hari terakhir,…
Kekhawatiran Stok BBM 20 Hari Picu Reaksi Netizen, Warganet Curhat Antrean Panjang di SPBU
PewartaAceh | Banda Aceh, – Pernyataan Menteri Energi…
Uang Nasabah Kerap Raib, Keamanan Menabung di Aceh Dipertanyakan
PewartaAceh|BANDA ACEH — Maraknya laporan kehilangan dana nasabah…
Usman Lamreung ; Jika Ribuan Korban Belum Cukup, Apalagi yang Dibutuhkan Untuk Status Bencana Nasional?
PewartaAceh | Aceh, –– Keputusan pemerintah pusat yang…
Rocky Gerung Kritik Jokowi di Instagram Terkait Kehadiran di Forum Bloomberg
PewartaAceh | Jumat, 21 November 2021, Rocky Gerung…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

