Scroll untuk baca artikel
Aceh BesarKesehatan

Cegah Keracunan Pangan, BBPOM Awasi Dapur SPPG Aceh Besar

103
×

Cegah Keracunan Pangan, BBPOM Awasi Dapur SPPG Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
BBPOM Aceh bersama Labkesmas Banda Aceh melakukan pengawasan dapur SPPG di Kabupaten Aceh Besar.

Pewarta Aceh | ACEH BESAR – BBPOM Aceh memperketat pengawasan dapur SPPG di Aceh Besar. Langkah ini bertujuan mencegah Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan. Pengawasan melibatkan Labkesmas Banda Aceh dan lintas sektor terkait.

Tim gabungan melakukan pengawasan pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari di sejumlah dapur SPPG. Kepala BBPOM Aceh Riyanto memimpin langsung kegiatan tersebut.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Perwakilan Labkesmas Banda Aceh Wahyuna turut mendampingi pengawasan. Kedua instansi membagi tugas sesuai kewenangan masing-masing. Kolaborasi tersebut memperkuat pengawasan keamanan pangan program MBG.

BBPOM Periksa Sistem Keamanan Pangan

BBPOM Aceh memeriksa penerapan sistem jaminan keamanan pangan. Petugas juga mengevaluasi pengendalian berbagai potensi risiko. Pemeriksaan mencakup kondisi dan proses pengolahan pangan.

Labkesmas Banda Aceh mengambil sampel pangan dari dapur SPPG. Tim kemudian melakukan pengujian terhadap sampel makanan MBG. Pemeriksaan tersebut membantu memastikan keamanan pangan yang tersaji.

Model pengawasan terpadu juga memberi manfaat bagi pengelola SPPG. Yayasan dapat memperoleh pendampingan dari dua instansi sekaligus. Proses evaluasi pun dapat berjalan lebih efektif.

Hasil pemeriksaan menunjukkan capaian positif pada dua dapur SPPG. Tim BBPOM memberikan rating A dan B kepada kedua dapur tersebut. Capaian itu menjadi indikator pemenuhan standar pengawasan pangan.

Baca Juga: BBPOM Aceh Serahkan Tersangka Produk Berbahaya ke Kejari

Dua Dapur SPPG Raih Rating A dan B

Kepala BBPOM Aceh Riyanto mengapresiasi hasil pengawasan tersebut. Ia meminta pengelola menjaga standar keamanan pangan secara konsisten. Menurutnya, perbaikan harus terus berjalan setelah pemeriksaan.

“Dua dapur SPPG mendapatkan rating A dan B dari hasil pengawasan BBPOM,” ujar Riyanto.

Ia menyebut capaian tersebut dapat menjadi rekomendasi memperoleh SLHS. Pengelola juga perlu meningkatkan standar keamanan pangan secara bertahap. Salah satunya melalui penerapan sistem HACCP.

Riyanto berharap penerapan standar tersebut berjalan konsisten. Langkah itu penting untuk mencegah kejadian keracunan pangan. Pengawasan juga perlu terus memperkuat keamanan dapur SPPG.

Pengelola SPPG Siap Tindaklanjuti Temuan

Pengelola SPPG menyambut positif pengawasan terpadu tersebut. Perwakilan yayasan juga menyatakan komitmen melakukan perbaikan. Mereka akan menindaklanjuti catatan dari hasil pemeriksaan.

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar layanan. Pengelola perlu memastikan pangan tetap aman dan bermutu. Aspek higiene juga menjadi perhatian dalam setiap proses pengolahan.

BBPOM Aceh dan Labkesmas terus mendorong kolaborasi lintas sektor. Pengawasan terpadu diharapkan mampu mencegah risiko keracunan pangan. Upaya tersebut juga mendukung penyediaan makanan bergizi yang aman bagi masyarakat.