Scroll untuk baca artikel
Aceh Besar

BBPOM Aceh Audit dan Sertifikasi Sekolah Berbudaya Keamanan Pangan

15
×

BBPOM Aceh Audit dan Sertifikasi Sekolah Berbudaya Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Petugas BBPOM Aceh mengaudit kantin sekolah di Aceh Besar sebagai bagian program sertifikasi keamanan pangan.

Pewarta Aceh | ACEH BESAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh mengaudit kantin sekaligus mensertifikasi tiga sekolah berbudaya keamanan pangan di Aceh Besar, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menyasar MIN 8 Aceh Besar, SMP Negeri 1 Peukan Bada, dan SMA Negeri 1 Peukan Bada. Tim BBPOM menilai kesiapan sekolah dalam menerapkan budaya pangan aman agar dapat mendukung Generasi Emas Indonesia 2045.

Program ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan Badan POM kepada satuan pendidikan. Badan POM ingin agar keamanan pangan tumbuh sebagai kebiasaan, bukan sekadar program musiman. Sekolah, pengelola kantin, guru, siswa, serta orang tua pun bersinergi menciptakan pangan yang aman dan bergizi.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Verifikasi Sertifikasi dan Audit Kantin

Tim BBPOM Aceh membuka rangkaian kegiatan dengan verifikasi Sertifikasi Sekolah Berbudaya Keamanan Pangan. Petugas menilai komitmen pimpinan sekolah, penerapan program keamanan pangan, dan keterlibatan seluruh warga sekolah. Sekolah juga menjalankan berbagai edukasi berkelanjutan sebagai salah satu indikator penilaian.

Petugas kemudian mengaudit kantin sekolah untuk menilai Piagam Bintang Keamanan Pangan Sekolah. Audit mencakup kebersihan kantin, higiene penjamah pangan, penyimpanan bahan baku, hingga proses pengolahan makanan. Penilaian ini mendorong pengelola kantin agar terus menyajikan pangan yang aman dan layak konsumsi setiap hari.

Petugas BBPOM Aceh turut mengambil sampel jajanan sekolah, lalu mengujinya dengan rapid test. Uji ini mendeteksi kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow. Langkah ini memastikan jajanan yang beredar di sekolah bebas dari risiko pangan berbahaya.

Investasi Generasi Sehat

Ketua Tim Program Prioritas Nasional BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, menyebut pembudayaan keamanan pangan sebagai investasi jangka panjang. Ia menilai sekolah memegang peran strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan aman sejak dini.

“Sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang aman sejak usia dini. Melalui program pembudayaan keamanan pangan, kami ingin membangun ekosistem sekolah yang tidak hanya menyediakan jajanan yang aman dan bergizi, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada seluruh warga sekolah bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” kata Desi, Ketua Tim Program Prioritas Nasional BBPOM Aceh.

Pihak sekolah, guru, dan pengelola kantin mengikuti seluruh rangkaian penilaian dengan antusias. Diskusi interaktif juga mewarnai sesi mengenai pengelolaan kantin sehat dan penerapan higiene sanitasi. Antusiasme ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kualitas pangan bagi peserta didik.

BBPOM Aceh berharap agar budaya keamanan pangan semakin mengakar di setiap sekolah di Aceh. Kolaborasi erat antara sekolah, orang tua, dan pengelola kantin akan mampu melahirkan generasi unggul. Generasi ini kelak tumbuh sehat, cerdas, dan sadar akan pentingnya keamanan pangan sebagai fondasi kualitas hidup.