Scroll untuk baca artikel
AcehKesehatanNews

BBPOM Aceh Temukan Lagi Jamu Mengandung BKO Saat Sidak Warung Kopi

132
×

BBPOM Aceh Temukan Lagi Jamu Mengandung BKO Saat Sidak Warung Kopi

Sebarkan artikel ini
Petugas BBPOM Aceh memeriksa produk pangan di warung kopi Banda Aceh dalam program Sanger Ureueng Aceh.

PewartaAceh | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan jamu Daun Binahong yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) saat menggelar sidak di lima warung kopi Kota Banda Aceh, Senin (29/06/2026). Temuan ini muncul dalam program SANGER Ureueng Aceh, singkatan dari Sidak dan Edukasi Warung Kopi Ureueng Aceh. Petugas menyasar warung kopi karena lokasi tersebut menjadi pusat interaksi sosial masyarakat Aceh sehari-hari.

Jamu tersebut termasuk produk Tanpa Izin Edar (TIE). Kandungan bahan kimia obat di dalamnya bisa membahayakan kesehatan konsumen jika dikonsumsi tanpa pengawasan tenaga medis. Petugas langsung menindaklanjuti temuan ini sesuai aturan yang berlaku.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Sasar Warung Kopi sebagai Ruang Edukasi

BBPOM Aceh memilih warung kopi sebagai lokasi kegiatan karena tempat ini lekat dengan budaya masyarakat setempat. Pendekatan humanis ini memungkinkan petugas mengawasi produk yang beredar sekaligus mengedukasi pelaku usaha secara langsung. Masyarakat juga menerima penjelasan tentang pentingnya memilih produk yang aman dan bermutu.

Tim SANGER Ureueng Aceh memeriksa produk yang dijual di warung kopi serta mengambil sampel pangan untuk menguji cepat di lapangan. Petugas menyosialisasikan prinsip Cek KLIK, yakni mengecek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk. Petugas juga mengajak masyarakat lebih kritis menanggapi klaim produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang beredar luas.

Sampel Pangan Aman Dikonsumsi

Uji cepat terhadap seluruh sampel makanan dari lima warung kopi menunjukkan hasil yang memuaskan. Petugas tidak menemukan kandungan bahan berbahaya pada sampel pangan yang mereka periksa. Masyarakat boleh mengonsumsi makanan di lokasi tersebut karena hasilnya aman berdasarkan parameter pengujian.

Temuan jamu BKO menjadi satu-satunya catatan dalam sidak kali ini. Petugas memberikan pembinaan kepada pemilik warung agar mereka tidak lagi menjual produk tanpa izin edar maupun yang mengandung bahan berbahaya.

Pernyataan Kepala BBPOM Aceh

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menjelaskan bahwa inovasi SANGER Ureueng Aceh dirancang untuk mendekatkan pengawasan kepada masyarakat. Ia menyebut warung kopi sebagai ruang komunikasi publik yang efektif untuk menyampaikan edukasi keamanan pangan.

“Warung kopi merupakan bagian dari budaya masyarakat Aceh,” kata Riyanto, Kepala BBPOM Aceh. Ia menambahkan bahwa pengawasan di tempat masyarakat berkumpul bertujuan memastikan masyarakat mengonsumsi produk yang benar-benar aman.

Riyanto mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat dan makanan. Ia meminta warga tidak mudah tergiur klaim khasiat berlebihan, terutama pada produk obat bahan alam tanpa izin edar.

“Jangan ragu untuk menjadi konsumen yang cerdas,” ujar Riyanto, Kepala BBPOM Aceh. Ia menegaskan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama mencegah peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Harapan untuk Konsumen Cerdas

BBPOM Aceh berharap pelaku usaha semakin memahami pentingnya menjual produk legal dan aman. Lembaga ini juga ingin masyarakat semakin cakap memilih obat dan makanan yang tepat.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan konsumsi yang sehat. BBPOM Aceh berkomitmen melanjutkan program serupa di lokasi-lokasi strategis lainnya.