Scroll untuk baca artikel
AcehBanda Aceh

2nd Aceh Coffee Day Meriahkan Banda Aceh 15 September 2026

145
×

2nd Aceh Coffee Day Meriahkan Banda Aceh 15 September 2026

Sebarkan artikel ini

2nd Aceh Coffee Day Digelar 15 September 2026

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Panitia menggelar perayaan “2nd Aceh Coffee Day” di Waroeng Pak Haji, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). Acara ini menandai dua tahun deklarasi Hari Kopi Aceh sejak 2024. Kegiatan dimulai pukul 20.15 WIB dan menjadi bagian dari Pagelaran Seni Budaya Sound of Nanggroe vol.17.

Perayaan ini mengangkat kekayaan budaya kopi Aceh, khususnya Kopi Gayo yang telah dikenal dunia. Panitia memilih tanggal 15 September karena bertepatan dengan hari deklarasi awal. Acara malam ini menghadirkan pertunjukan seni budaya sekaligus dialog seputar Hari Kopi Aceh.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Ramadhan Moeslem Arrasuly menggagas deklarasi Hari Kopi Aceh sejak tahun 2024. Ia kini menjabat Ketua Panitia Pelaksana perayaan tahun kedua ini. Made, sapaan akrabnya, menjelaskan rangkaian acara berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.

Rangkaian Kegiatan Meriahkan Perayaan

Panitia menyiapkan Konvoi KOMPI atau Komunitas Mobil Kopi Aceh pada hari yang sama. Peserta konvoi berkeliling kota Banda Aceh menjelang sore sebelum berjualan di lokasi masing-masing. Kegiatan ini menjadi pemanasan sebelum puncak acara malam hari.

Gayo Best Coffee Lab menggelar kelas kopi bertema “Dari Hulu ke Hilir” pada Rabu (16/9/2026). Kelas berlangsung di Sophie’s Sunset Library mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Peserta mempelajari biologi kopi, sejarah, proses pengolahan, penyangraian, teknik seduh, hingga cupping kopi.

Sophie’s Sunset Library juga menggelar nonton bareng film dokumenter bertema kopi pada malam harinya. Acara ini berlangsung mulai pukul 20.15 WIB di lokasi yang sama. Panitia berharap kegiatan ini menambah wawasan pengunjung soal industri kopi.

Zul MS memamerkan karya lukisan kopi di Azana Oasis Hotel Lueng Bata selama satu minggu penuh. Pameran ini buka mulai pagi hingga sore setiap harinya. Pengunjung dapat menikmati karya seni bertema kopi sepanjang periode perayaan.

Didukung Berbagai Komunitas dan Lembaga

Made menyampaikan, perayaan ini terselenggara berkat dukungan penuh berbagai pihak. Ia menyebut Lembaga Majelis Seniman Aceh dan ICMI Kota Banda Aceh sebagai mitra utama. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 1 Aceh serta UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh turut mendukung kegiatan ini.

Psikodista dan Komite Perempuan Bangkit Aceh juga bergabung dalam barisan pendukung acara. Made menambahkan, banyak sponsor lain dari rekan-rekan dan media turut menyokong perayaan. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga ini memperkuat gaung Hari Kopi Aceh.

Sejumlah komunitas etnis di Aceh turut memeriahkan perayaan tahun ini. Keluarga Negeri Antara Banda Aceh dan Yayasan Hakka Aceh menjadi bagian dari pendukung acara. Ikatan Keluarga Minang Aceh, Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan, Paguyuban Pasundan Aceh, hingga Ikatan Mahasiswa Papua Aceh turut ambil bagian.

Perjalanan Dua Tahun Hari Kopi Aceh

Made menjelaskan, deklarasi pertama Hari Kopi Aceh berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh pada 15 September 2024. Momentum ini menjadi tonggak awal perayaan kopi khas Aceh. Setahun kemudian, panitia menggelar diskusi publik dan pameran lukisan kopi di Plum Hotel Lading.

Baca Juga: Adu Kecepatan di Lampulo, Dua Pelajar Tabrakan, Satu Tewas

Tahun 2025, panitia juga menggelar nonton bareng film dokumenter kopi di Soho Coffee and Eatery. Pagelaran seni budaya bertema Kolaborasi Etnik Nusantara turut mewarnai perayaan di Taman Seni dan Budaya Aceh. Rangkaian acara tahun ini melanjutkan tradisi yang sudah terbangun sejak awal.

Roadshow dan Lagu Bertema Kopi

Made berencana melakukan roadshow bersama grup musiknya, Made in Made, ke sejumlah kedai kopi Banda Aceh. Kantin Tekkomdik di kawasan Lampineung menjadi salah satu lokasi yang dituju. Ia juga berkeinginan memperluas roadshow hingga ke beberapa kabupaten di Aceh.

Made membidik Takengon dan Bener Meriah sebagai destinasi lantaran keduanya menjadi ikon asal kopi Aceh. Kota Meulaboh dengan keunikan Kupi Khop turut masuk daftar kunjungan. Ia berharap roadshow ini memperluas gaung Hari Kopi Aceh ke berbagai daerah.

Made in Made akan membawakan sejumlah lagu bertema kopi selama roadshow berlangsung. Lagu-lagu seperti Kupi Reggae, Pengembara Kopi, dan Coffee Time masuk daftar penampilan. Aceh Coffee Day, Keude Kupi Aceh, Hikayat Kupi Pancong, International Coffee Day, Atas Nama Kopi, serta Drinking Coffee Every Day turut mengiringi interaksi dengan pengunjung.

Made berharap interaksi musik ini menumbuhkan kesadaran masyarakat soal pentingnya perayaan Hari Kopi Aceh. Ia ingin generasi muda semakin mengenal kekayaan kopi Gayo. Rangkaian acara sepekan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. [Jamil]