Scroll untuk baca artikel
Banda AcehHukum & Kriminal

Adu Kecepatan di Lampulo, Dua Pelajar Tabrakan, Satu Tewas

43
×

Adu Kecepatan di Lampulo, Dua Pelajar Tabrakan, Satu Tewas

Sebarkan artikel ini
Polisi menangani kecelakaan dua sepeda motor yang menewaskan seorang pelajar di Lampulo, Banda Aceh.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH  – Dua pelajar di Banda Aceh mengalami kecelakaan lalu lintas saat memacu motor di Jalan TPI Lampulo, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Jumat (4/9/2026) sore. Insiden itu merenggut nyawa M. Jufriadi (17), pelajar asal Gampong Deah Gelumpang. Rekannya, Muhammad Ilham (18) dari Gampong Lueng Bata, menderita luka berat.

Kasat Lantas Polresta Banda Aceh Kompol Mawardi menjelaskan, kecelakaan bermula saat kedua pelajar mengendarai motor tanpa nomor polisi. Jufriadi mengendarai Honda Supra, sedangkan Ilham menunggangi Yamaha MX King dari arah berlawanan.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Dalam kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat. Kedua korban merupakan pelajar,” kata Kompol Mawardi.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di ruas jalan lurus dan beraspal kering. Honda Supra melaju dari arah Pasar Al Mahirah menuju TPI Lampulo. Yamaha MX King melintas dari arah sebaliknya menuju Pasar Al Mahirah.

Polisi menduga kedua remaja itu menguji kecepatan kendaraan sebelum tabrakan terjadi. Aksi tersebut diperkirakan bermula sekitar 100 meter dari titik kejadian.

“Berdasarkan hasil penanganan awal, kedua pengendara diketahui melaju dengan kecepatan tinggi dan melakukan uji top speed kendaraan,” ungkap Kompol Mawardi.

Pengendara Honda Supra sempat menoleh ke arah knalpot motornya saat melaju kencang. Gerakan itu membuat motor melebar ke lajur kanan hingga menabrak Yamaha MX King. Kedua kendaraan terjatuh dan pengendaranya terpental ke badan jalan.

Korban Menjalani Perawatan di Rumah Sakit

Tim medis sempat menangani Jufriadi di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh sebelum ia meninggal dunia. Ilham masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama akibat luka berat yang dideritanya.

Personel Satlantas bersama Kanit Gakkum langsung mendatangi lokasi begitu menerima laporan. Tim mengamankan barang bukti berupa pecahan bodi kedua sepeda motor sekaligus menghubungi keluarga korban.

Baca Juga: Pinjam Honda Scoopy untuk Ambil Paket, Pria di Aceh Besar Ditangkap

“Untuk kedua sepeda motor masih dalam penyelidikan dan saat ini diamankan oleh tim,” ucap Kompol Mawardi. Polisi turut berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk menindaklanjuti perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Imbauan bagi Orang Tua

Kompol Mawardi meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat menggunakan sepeda motor di jalan raya. Ia menegaskan balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa.

“Jangan sampai anak terlibat aksi balap liar yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya. Aksi balap liar berisiko tinggi menyebabkan luka berat hingga kehilangan nyawa, seperti yang dialami kedua pelajar tersebut.

Orang tua perlu memahami keberadaan dan kegiatan anak, khususnya pada jam-jam rawan aksi balap liar. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ungkap Kompol Mawardi.

Ia berharap orang tua dan kepolisian bisa bergandengan tangan mencegah aksi berbahaya ini. “Ingatkan anak bahwa satu kesalahan di jalan raya dapat berakibat fatal dan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.