Scroll untuk baca artikel
Banda AcehNews

Pelatihan SDM Perkebunan 2026 Ditutup, BPDP dan BPI Dorong Produktivitas Sawit

113
×

Pelatihan SDM Perkebunan 2026 Ditutup, BPDP dan BPI Dorong Produktivitas Sawit

Sebarkan artikel ini
Pelatihan SDM Perkebunan 2026 resmi ditutup dengan capaian 1.683 peserta di Riau, Sumatera Barat, dan Aceh.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Pelatihan SDM Perkebunan 2026 resmi berakhir pada Sabtu (17/10/2026). Program yang melibatkan BPDP, Best Planter Indonesia (BPI), dan instansi pemerintah ini menjangkau 1.683 peserta di Riau, Sumatera Barat, dan Aceh. Pelatihan tersebut membekali pekebun dengan keterampilan teknis untuk memperbaiki pengelolaan kebun dan meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

Direktur Operasional BPI, Friyandito, S.P., M.M., memaparkan capaian program selama pelatihan berlangsung. Ketiga provinsi tersebut mencatat hasil yang mendekati target peserta.

PENYALUR PERLENGKAPAN OUTBOUND & ADVENTURE EQUIPMENT

Riau menjangkau empat kabupaten, yakni Kuantan Singingi, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Rokan Hilir. Program ini mencapai target 806 peserta melalui materi budidaya, panen, dan pemupukan.

Sumatera Barat mencakup Kabupaten Agam, Pasaman Barat, dan Dharmasraya. Pelatihan yang berfokus pada teknik panen dan pemupukan itu mencapai target 119 peserta.

Aceh menyelenggarakan pelatihan di Kabupaten Aceh Timur dan Kota Subulussalam. Dari target 763 peserta, program ini menjangkau 758 orang melalui materi teknis budidaya kelapa sawit.

Secara keseluruhan, ketiga provinsi mencatat 1.683 peserta dari target 1.688 orang. Capaian tersebut setara dengan sekitar 99,7 persen dari target yang ditetapkan.

BPDP dan Ditjenbun Perkuat Kompetensi Pekebun

Perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Tulus Tri Margono, mengapresiasi BPI, narasumber, dan seluruh pihak yang mendukung pelatihan. Ia juga menghargai komitmen peserta yang mengikuti program berdasarkan rekomendasi teknis atau rekomtek.

Tulus menjelaskan bahwa perkebunan rakyat memegang peranan penting dalam industri kelapa sawit nasional. Luas perkebunan rakyat mencapai sekitar 6,9 juta hektare atau 42 persen dari total luas perkebunan sawit Indonesia.

Namun, produktivitas kebun rakyat masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data dalam bahan paparan, produktivitas mencapai 3,6 ton CPO per hektare. Angka tersebut masih berada di bawah potensi produktivitas sebesar enam ton CPO per hektare.

BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan menjalankan empat langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Programnya mencakup peremajaan sawit rakyat, bantuan sarana dan prasarana, riset kelapa sawit, serta pengembangan sumber daya manusia.

Tulus menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pekebun. Program pendidikan menyediakan beasiswa, sedangkan pelatihan memperkuat keterampilan teknis dalam pengelolaan kebun.

Baca Juga: BPDP dan Ditjenbun Gandeng BPI, Latih 145 Petani Sawit Aceh Timur

Ia juga mengingatkan peserta tentang penggunaan benih tidak unggul, perawatan tanaman yang belum sesuai standar, serta ancaman hama dan penyakit. Salah satu persoalan yang memerlukan perhatian ialah serangan ganoderma pada tanaman kelapa sawit.

Karena itu, pekebun perlu menerapkan teknik budidaya yang tepat dan menjaga perawatan tanaman secara konsisten. Pelatihan juga membahas aspek kelembagaan dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas wawasan melalui studi banding serta praktik lapangan.

Tulus berharap para alumni segera menerapkan ilmu yang mereka peroleh. Ia juga mendorong mereka membagikan pengetahuan tersebut kepada pekebun lain di lingkungan masing-masing.

Ia meminta narasumber melanjutkan pendampingan setelah pelatihan. Dinas perkebunan tingkat kabupaten dan provinsi juga perlu mengevaluasi penerapan teknik budidaya serta perkembangan produktivitas alumni.

Tulus turut mendorong pihak terkait mengajukan usulan pelatihan 2027 kepada Direktorat Jenderal Perkebunan. Usulan tersebut perlu mengacu pada rekomendasi teknis tahun 2026.

Kementerian Pertanian Dorong Alumni Berbagi Ilmu

Perwakilan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. M. Apuk Ismane, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BPI dan seluruh pihak yang mendukung program tersebut.

Apuk menilai penutupan pelatihan menjadi awal pengabdian peserta kepada masyarakat. Ia mendorong alumni menerapkan teknik budidaya berkelanjutan, memperbaiki penanganan pascapanen, serta mengembangkan penggunaan pupuk organik.

Ia mengingatkan peserta agar tidak membiarkan ilmu berhenti di ruang pelatihan. Para alumni perlu menerapkan pengetahuan tersebut di kebun sendiri, kemudian membagikannya kepada pekebun lain.

Apuk juga mendorong alumni terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia berharap mereka menjadi teladan bagi masyarakat serta menjaga nama baik lembaga.

Penerapan ilmu secara terukur dapat membantu pekebun memperbaiki pengelolaan kebun. Upaya tersebut juga diharapkan meningkatkan hasil perkebunan, pendapatan keluarga, dan kesejahteraan masyarakat.

Aceh Timur dan Subulussalam Dukung Peningkatan Produktivitas

Perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, Erni Safwar, S.P., turut mengapresiasi BPI dan para narasumber. Erni menjabat Kepala Bidang Usaha Tani, Perizinan Produksi dan Pengelolaan Perkebunan.

Ia berharap peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kegiatan sehari-hari. Menurutnya, teknik budidaya yang tepat dapat memperbaiki pengelolaan kebun sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga pekebun.

Perwakilan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kota Subulussalam, Mustapa, S.P., juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan. Ia berterima kasih kepada BPI dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Mustapa mendorong peserta membagikan ilmu kepada pekebun lain di sekitar tempat tinggal mereka. Ia juga berharap pemerintah dan penyelenggara memperluas kesempatan pelatihan bagi pekebun di Kota Subulussalam.

Distanbun Aceh Evaluasi Penerapan Materi Pelatihan

Kepala Bidang PPSDMPP Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Mukhlis, S.P., M.A., menegaskan komitmen dinas untuk mengevaluasi alumni. Evaluasi tersebut akan membantu dinas memantau penerapan materi pelatihan dan perkembangan produktivitas kebun.

Mukhlis berharap para pekebun mampu meningkatkan hasil melalui penerapan teknik budidaya yang tepat. Peningkatan produktivitas tersebut diharapkan berdampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Ia juga mengingatkan peserta agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan pulang. Mukhlis berharap seluruh peserta tiba dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga.

Penutupan Pelatihan SDM Perkebunan 2026 menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran bagi para peserta. Namun, upaya meningkatkan kualitas perkebunan rakyat masih memerlukan penerapan ilmu, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan.

Kolaborasi antara BPDP, BPI, Direktorat Jenderal Perkebunan, pemerintah daerah, dan para pekebun diharapkan mampu memperkuat praktik budidaya. Dengan langkah tersebut, alumni dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas sawit rakyat dan kesejahteraan pekebun.[Khalil]