Scroll untuk baca artikel
Banda AcehPertanian & Perkebunan

BPDP dan Ditjenbun Gandeng BPI, Latih 145 Petani Sawit Aceh Timur

94
×

BPDP dan Ditjenbun Gandeng BPI, Latih 145 Petani Sawit Aceh Timur

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 145 petani Aceh Timur mengikuti pelatihan teknis budidaya kelapa sawit dan mempelajari pemilihan benih unggul di Banda Aceh.

Pewarta Aceh |BANDA ACEH – Sebanyak 145 petani sawit swadaya dari Aceh Timur mengikuti pelatihan teknis di Banda Aceh pada 28 September–3 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, peserta mempelajari cara memilih benih unggul dan mengelola pembibitan. BPDP, Ditjenbun, Distanbun Aceh, Disbunnak Aceh Timur, serta Best Planter Indonesia (BPI) mendukung kegiatan tersebut.

Pelatihan berlangsung selama enam hari di Hotel Ayani, Banda Aceh. Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Melalui program ini, penyelenggara ingin meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola kebun secara efisien dan berkelanjutan.

PENYALUR PERLENGKAPAN OUTBOUND & ADVENTURE EQUIPMENT

BPI menghadirkan mentor dan narasumber untuk menyampaikan materi teknis budidaya kelapa sawit. Salah satu materi utama membahas persiapan benih dan bahan tanam. Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan dan potensi produksi tanaman.

Benih Unggul Menentukan Potensi Produktivitas

Pemilihan benih menjadi langkah penting sebelum petani membangun kebun kelapa sawit. Pasalnya, kualitas bahan tanam turut memengaruhi pertumbuhan tanaman dan potensi produksi tandan buah segar (TBS).

Tanaman kelapa sawit memiliki siklus produksi jangka panjang. Karena itu, petani perlu mempertimbangkan mutu benih sejak awal penanaman. Mereka juga perlu memastikan sumber benih memiliki legalitas dan sertifikasi yang sesuai.

Baca Juga: BPDP dan BPI Latih 180 Petani Sawit Aceh Timur soal Budidaya dan Regulasi

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, narasumber BPI menjelaskan sejarah perkembangan kelapa sawit di Indonesia. Mereka juga menguraikan karakteristik Dura dan Pisifera sebagai bahan induk persilangan untuk menghasilkan Tenera.

Menurut materi pelatihan, terdapat 19 perusahaan produsen benih unggul yang terdaftar di Kementerian Pertanian. Narasumber juga menyebut 60 varietas unggul yang dapat dimanfaatkan petani. Meski demikian, petani tetap perlu memeriksa legalitas sumber benih sebelum melakukan pembelian.

Petani Mendalami Teknik Pembibitan Sawit

Tidak hanya mempelajari jenis benih, peserta juga memahami prosedur pengadaan kecambah kelapa sawit. Materi ini mencakup kebutuhan petani perorangan, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), koperasi, dan perusahaan perkebunan.

Berikutnya, narasumber membahas tahapan pembibitan awal atau pre-nursery (PN). Peserta juga mempelajari pembibitan utama atau main nursery (MN) untuk menyiapkan tanaman sebelum penanaman di kebun.

Selain kedua tahapan tersebut, pelatihan membahas pengelolaan advance planting material (APM). Peserta juga mengenal bibit poliembrio atau bibit yang memiliki lebih dari satu embrio.

Dengan pemahaman ini, petani dapat mengenali tahapan pembibitan secara lebih terarah. Pengetahuan tersebut juga membantu mereka mempertimbangkan mutu dan asal-usul bahan tanam sebelum mengembangkan kebun.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas Kebun Rakyat

Distanbun Aceh dan Disbunnak Aceh Timur bekerja sama dengan BPDP serta Ditjenbun dalam kegiatan ini. Dalam pelaksanaannya, BPDP menunjuk BPI sebagai salah satu lembaga pelatihan teknis budidaya kelapa sawit.

BPI juga menyelenggarakan pelatihan teknis serupa pada 2022, 2023, 2024, dan 2025. Pada 2026, lembaga tersebut kembali berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia perkebunan.

Melalui pelatihan ini, penyelenggara mendorong petani meningkatkan pengetahuan tentang pemilihan benih dan pengelolaan pembibitan. Keterampilan tersebut dapat mendukung upaya peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat.

Pada tahap berikutnya, petani diharapkan menerapkan pengetahuan tersebut sesuai kondisi kebun masing-masing. Pemilihan benih yang tepat menjadi salah satu langkah penting untuk membangun perkebunan kelapa sawit yang produktif dan berkelanjutan.