Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Plt Sekda Aceh Hadiri Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman

49
×

Plt Sekda Aceh Hadiri Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman

Sebarkan artikel ini
Plt Sekda Aceh Taufik menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Plt Sekda Aceh Taufik menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin malam (24/8/2026).

Peringatan dimulai sekitar pukul 20.15 WIB setelah salat Isya berjamaah. Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut bersama unsur Forkopimda Aceh dan Banda Aceh.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan turut hadir dalam acara tersebut. Danlanud SIM Kolonel Pnb Suryo Anggoro juga mengikuti peringatan Maulid.

Bupati Aceh Besar Muharram Idris dan Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah turut hadir. Sejumlah pejabat lainnya juga mengikuti rangkaian kegiatan.

Taufik kemudian membacakan sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Sambutan tersebut mengangkat pentingnya keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Pulihkan Infrastruktur Gayo Lues, Aceh Usulkan 8 Proyek ke Pemerintah Pusat

Maulid Jadi Momentum Perbaikan Akhlak

Gubernur menyampaikan bahwa Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Peringatan itu juga menjadi kesempatan untuk mengenal dan meneladani akhlak beliau.

Kecintaan kepada Rasulullah, menurut Gubernur, harus terlihat melalui perilaku sehari-hari. Nilai itu mencakup kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keadilan, dan amanah.

Gubernur juga mengajak masyarakat menghormati sesama. Ia menilai nilai-nilai tersebut penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Tema Maulid tahun ini mengangkat pesan tentang keteladanan dan persatuan. Tema tersebut berbunyi, “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Masyarakat Aceh yang Islami, Berakhlak Mulia dan Bersatu.”

Persatuan Jadi Kekuatan Aceh

Gubernur menilai tema tersebut relevan dengan kondisi Aceh saat ini. Pembangunan daerah, menurutnya, perlu berjalan bersama nilai-nilai Islam.

Kemajuan Aceh harus bertumpu pada kejujuran dan keadilan. Kekuatan daerah juga perlu tumbuh melalui persatuan masyarakat.

Rasulullah SAW memberikan contoh dalam membangun masyarakat yang kuat. Keteladanan itu mengajarkan pentingnya memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.

“Islam yang menjadi rahmat, akhlak yang menjadi teladan, dan persatuan yang menjadi kekuatan,” ujar Taufik saat membacakan sambutan Gubernur.

Pemerintah Aceh juga menyatakan komitmen membangun masyarakat Islami dan berakhlak mulia. Pemerintah ingin menghadirkan pemerintahan yang amanah serta berorientasi pada pelayanan.

Upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat. Ulama, pendidik, tokoh masyarakat, pemuda, orang tua, dan masyarakat memiliki peran penting.

Gubernur berharap peringatan Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan mendorong perbaikan akhlak, penguatan ukhuwah, dan persatuan Aceh.

“Semoga keteladanan Rasulullah SAW mengantarkan Aceh menjadi daerah yang damai, bersatu, maju, dan sejahtera,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Rangkaian kegiatan turut diisi sambutan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh Abu Paya Pasie. Tgk. Misran Fuadi kemudian menyampaikan ceramah agama dan memimpin doa.