Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Pulihkan Infrastruktur Gayo Lues, Aceh Usulkan 8 Proyek ke Pemerintah Pusat

43
×

Pulihkan Infrastruktur Gayo Lues, Aceh Usulkan 8 Proyek ke Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini
Dek Fadh dan Bupati Gayo Lues membahas pemulihan infrastruktur terdampak bencana dengan Kementerian PU di Jakarta.

Pewarta Aceh | JAKARTA – Pemerintah Aceh memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memulihkan infrastruktur Gayo Lues. Wagub Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi membahas usulan tersebut di Kementerian PU, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Pertemuan itu membahas sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi. Pemerintah Aceh meminta pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan permanen pada sejumlah titik.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Memperkuat sinergi sangat penting untuk mempercepat pergerakan pemulihan daerah yang terdampak bencana,” kata Dek Fadh.

Dek Fadh menyebut pemulihan infrastruktur berperan penting bagi masyarakat Gayo Lues. Jalan dan jembatan perlu segera pulih untuk menjaga konektivitas antarwilayah.

“Kami mengusulkan demi pemulihan konektivitas, pemerataan pembangunan, dan keselamatan masyarakat Gayo Lues,” ujar Dek Fadh.

Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas

Menurut Dek Fadh, infrastruktur tangguh menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ia berharap Kementerian PU segera menindaklanjuti usulan tersebut.

Perbaikan infrastruktur juga akan memperlancar distribusi logistik. Pemulihan akses turut mendukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.

Suhaidi menegaskan jalan dan jembatan menjadi prioritas pascabencana. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar.

“Karena itu, pascabencana hidrometeorologi, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama kami, agar masyarakat Gayo Lues bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar,” kata Suhaidi.

Usulan Delapan Infrastruktur Strategis

Suhaidi menyebut usulan itu menindaklanjuti dua kunjungan Wakil Presiden ke Gayo Lues. Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat langsung kondisi sejumlah infrastruktur terdampak bencana.

Wapres kemudian meminta pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan mendesak kepada pemerintah pusat. Pemerintah daerah kini mendorong pembangunan permanen pada sejumlah titik.

“Penanganan darurat sudah berjalan bertahap. Namun, pembangunan permanen perlu segera dimulai agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terus terhambat,” ujar Suhaidi.

Pemerintah Aceh dan Gayo Lues mengusulkan delapan proyek strategis. Usulan tersebut terdiri atas tujuh jembatan dan satu ruas jalan.

Berikut infrastruktur yang masuk dalam usulan:

  • Jembatan Aih Bobo, bentang 80 meter.
  • Jembatan Kendawi, bentang 80 meter.
  • Jembatan Rerebe, Tripe Jaya, bentang 180 meter.
  • Jembatan Pintu Rime, bentang 180 meter.
  • Jembatan Atu Peltak Penomon Jaya, bentang 80 meter.
  • Jembatan Sp. Kenyaran–Aih Ilang, bentang 80 meter.
  • Jembatan Lesten, bentang 120 meter.
  • Pembangunan Jalan Lesten sepanjang 10,7 kilometer.

Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap dukungan pemerintah pusat segera terealisasi. Langkah tersebut diharapkan mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.