Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Kapolda Aceh Jamin Keamanan Investor di Tengah Polemik Blok Andaman

37
×

Kapolda Aceh Jamin Keamanan Investor di Tengah Polemik Blok Andaman

Sebarkan artikel ini
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menegaskan komitmen pengamanan total untuk investasi Blok Andaman di Banda Aceh.

PewartaAceh | BANDA ACEH – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, secara tegas menjamin keamanan dan kenyamanan investasi di Aceh pada Selasa malam (23/6/2026). Jaminan itu ia sampaikan khususnya untuk merespons keberatan Mubadala Energy soal kondisi keamanan daratan Aceh. Persoalan itu sebelumnya mencuat dalam rapat migas Blok Andaman yang berlangsung di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada pagi harinya.

“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu, setiap investor silakan ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri,” kata Kapolda Marzuki.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Rapat itu sendiri Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, pimpin pada Selasa pagi. Para peserta mencakup anggota DPR Aceh, satuan kerja perangkat Aceh (SKPA), staf ahli Gubernur, serta para guru besar dan pakar migas dari berbagai institusi.

Mubadala Persoalkan Keamanan, Tim PoD Membantah

Dalam rapat tersebut, Tim Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman mengungkapkan fakta mengejutkan. Pihak Mubadala Energy ternyata mempersoalkan keamanan dan kenyamanan berinvestasi di daratan Aceh. Bahkan, Mubadala menjadikan alasan itu sebagai dasar untuk memproses migas di tengah laut, bukan di darat.

“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut. Padahal kita sudah jelaskan kondisi keamanan dan kenyamanan di Aceh,” kata Prof Dr Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh.

Terkait hal itu, Ketua Komisi III DPR Aceh Aisyah Ismail menilai keberatan Mubadala tidak berdasar sama sekali. Ia bahkan menunjuk PT Medco E&P Malaka sebagai bukti nyata bahwa perusahaan besar mampu beroperasi dengan aman di tengah hutan Aceh Timur.

“Terlalu mengada-ada. Buktinya, Medco beroperasi di sektor hulu migas di tengah hutan Aceh Timur. Mereka aman tenteram di sana,” kata Aisyah Ismail.

Data Buktikan Aceh Paling Aman di Sumatera

Klaim keamanan Aceh sesungguhnya bukan sekadar pernyataan tanpa dasar. Indeks Demokrasi dan Keamanan Sosial (IDSD) 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta skor Goodstats secara konsisten menempatkan Aceh sebagai provinsi paling aman di Sumatera.

Berdasarkan data itulah Kapolda Marzuki menegaskan bahwa keraguan terhadap keamanan Aceh tidak memiliki landasan kuat. Ia pun memastikan Polda Aceh siap mendukung penuh seluruh program pembangunan Pemerintah Aceh.

“Tak perlu meragukannya. Polda Aceh mendukung program pembangunan Pemerintah Aceh,” tegas Kapolda Marzuki.

Aceh Perjuangkan Pengolahan Migas di KEK Arun

Di sisi lain, para peserta rapat juga menyampaikan dukungan penuh terhadap perjuangan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Gubernur saat ini tengah berupaya agar pengolahan gas Blok Andaman berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe — bukan di lepas pantai.

“Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi Aceh,” kata Prof Dr Jasman J Maruf, akademisi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kini, seluruh pihak menanti langkah konkret Pemerintah Aceh bersama SKK Migas dan Mubadala Energy. Keputusan lokasi pemrosesan gas Blok Andaman pada akhirnya akan menentukan seberapa besar manfaat ekonomi yang Aceh raih dari kekayaan alamnya sendiri.