PewartaAceh | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir menerima audiensi sekitar 15 mahasiswa dari berbagai kampus di Posko Penanggulangan Bencana Kantor Gubernur Aceh, Selasa (23/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan capaian penanganan serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh. Progres program pemulihan saat ini telah menyentuh angka 50 persen.
Pertemuan itu turut dihadiri para asisten Sekda, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan biro terkait. Juru Bicara Pemerintah Aceh pun hadir mendampingi Sekda selama sesi audiensi berlangsung.
Dampak Lebih Luas dari Tsunami 2004
Nasir menjelaskan bahwa penanganan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, serta pemerintah kabupaten dan kota. Luasnya wilayah terdampak, menurutnya, membuat proses rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan waktu panjang sekaligus dukungan pendanaan yang besar.
“Kerusakan akibat bencana hidrometeorologi ini bahkan lebih luas dibandingkan dampak tsunami tahun 2004. Karena itu, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan dan memerlukan keterlibatan semua pihak,” ujar M. Nasir.
Berdasarkan data yang ia paparkan, Aceh masih berada pada masa transisi darurat menuju pemulihan hingga 28 Juli 2026. Pemerintah Aceh pun berharap provinsi ini segera memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi penuh setelah masa transisi berakhir.
395.873 Unit Rumah Butuh Rehabilitasi
Hasil verifikasi terbaru mengungkapkan kebutuhan penanganan perumahan pascabencana mencapai 395.873 unit rumah. Angka tersebut merupakan hasil penyelarasan data yang Pemerintah Aceh lakukan agar rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tepat sasaran.
Program pemulihan sendiri telah berjalan dengan dukungan pendanaan dari APBA Reguler Tahun 2025 serta Tambahan Transfer ke Daerah (TKD). Realisasi program hingga kini telah mencapai sekitar 50 persen dari total target penanganan.
Nasir turut mengungkapkan bahwa Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat segera merealisasikan dukungan pendanaan yang sampai saat ini masih belum terpenuhi. Tanpa tambahan dana tersebut, proses rehabilitasi dan rekonstruksi sulit tuntas secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Mahasiswa Diajak Pahami Skala Bencana
Audiensi ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan generasi muda Aceh. Melalui pertemuan itu, Sekda M. Nasir mengajak mahasiswa memahami skala dan kompleksitas bencana yang sesungguhnya menimpa Aceh.
Pemerintah Aceh pun menegaskan komitmennya menuntaskan pemulihan secara menyeluruh, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat terdampak. Proses ini membutuhkan sinergi semua pihak — dari pemerintah pusat hingga masyarakat di tingkat desa.















