PewartaAceh | TIMIKA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 kembali mencatatkan keberhasilan dalam penegakan hukum di wilayah Papua Tengah. Aparat keamanan berhasil meringkus satu pelaku tambahan yang terlibat dalam kasus kekerasan dan perampasan senjata api di kawasan Mile 50, Tembagapura, Kabupaten Mimika, yang terjadi pada Februari lalu.
Kepala Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengonfirmasi penangkapan tersebut dalam keterangan resmi pada Jumat (6/3/2026). Pelaku yang diamankan berinisial KW alias LW alias Jengkol Lalam, ditangkap di Ilaga, Kabupaten Puncak, pada Kamis (5/3/2026).
“Pelaku berperan vital dalam perencanaan aksi kekerasan serta perampasan senjata api yang dilakukan oleh kelompok Jeki Murib dan kawan-kawan. Ia bertindak sebagai perantara yang menghubungkan korban dengan para pelaku sebelum aksi penyerangan terjadi,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Peristiwa yang melatarbelakangi penangkapan ini terjadi pada 11 Februari 2026. Dalam insiden berdarah tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Sertu Arifin Cepa dan seorang warga sipil bernama Erman Rustaman. Selain itu, satu personel TNI lainnya, Serka Hendrikus, dilaporkan mengalami luka berat akibat serangan kelompok tersebut.
Penangkapan KW merupakan hasil pengembangan intensif pascapenangkapan pelaku sebelumnya, NK, di Timika pada 17 Februari 2026. Berdasarkan hasil penyidikan, KW diketahui sering berkomunikasi dengan salah satu pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Aibon Kogoya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 458 ayat (3), Pasal 479 ayat (3), Pasal 468 ayat (2), dan Pasal 262 ayat (3 dan 4) juncto Pasal 21 KUHP sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Keduanya terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup atau pidana penjara selama 20 tahun.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengejaran terhadap anggota kelompok Jeki Murib lainnya akan terus dilakukan. Ia menjamin bahwa Polri tetap mengedepankan pendekatan profesional dan terukur dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua.















