PewartaAceh | BANDA ACEH – Polda Aceh menggelar Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di Meuligoe Tribrata Polda Aceh, Jumat (3/7). Panitia menetapkan 141 calon Bintara dan 49 calon Tamtama lolos seleksi akhir setelah menyelesaikan seluruh tahapan penerimaan.
Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., memimpin sidang tersebut. Karo SDM, Kabid Propam, para Pejabat Utama (PJU), pengawas internal, pengawas eksternal, dan pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan itu.
Panitia meluluskan 141 peserta pada seleksi Bintara Polri. Jumlah tersebut terdiri atas 127 pria dan 14 wanita. Sebanyak 24 peserta pria belum berhasil memenuhi syarat kelulusan.
Panitia juga meluluskan 49 peserta pada seleksi Tamtama Polri. Sementara itu, satu peserta belum berhasil melewati tahapan akhir.
Seleksi Berlangsung Terbuka dan Objektif
Wakapolda Aceh menegaskan tantangan tugas Polri akan terus berkembang. Karena itu, calon anggota Polri harus meningkatkan kemampuan, menjaga integritas, serta membangun semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai transformasi Polri Presisi memerlukan sumber daya manusia yang profesional. Setiap anggota juga harus menghadirkan pelayanan publik yang cepat, modern, mudah, dan responsif.
Menurutnya, peningkatan kualitas personel sejak proses rekrutmen menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Proses seleksi yang berkualitas akan melahirkan anggota Polri yang kompeten.
Panitia menggunakan teknologi Computer Assisted Test (CAT) pada tes psikologi dan ujian akademik. Sistem tersebut membantu panitia menilai kemampuan peserta secara objektif dan transparan.
“Sidang kelulusan ini merupakan tahapan akhir dari seluruh rangkaian seleksi. Proses ini dilaksanakan secara terbuka sehingga seluruh peserta dapat melihat dan memeriksa hasil nilai yang diperoleh selama mengikuti setiap tahapan seleksi,” kata Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo.
Peserta Diminta Menjaga Integritas
Wakapolda mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih kelulusan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi awal tanggung jawab sebagai calon anggota Polri.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh. Mereka juga harus menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme selama menjalani pendidikan hingga bertugas di lapangan.
Wakapolda turut memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil. Ia meminta mereka mempersiapkan diri lebih baik agar mampu bersaing pada seleksi berikutnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia daerah, tim pemeriksa, pengawas internal, pengawas eksternal, dan semua pihak yang mendukung proses penerimaan. Berkat kerja sama tersebut, panitia menyelesaikan seluruh tahapan seleksi secara aman, lancar, objektif, transparan, dan akuntabel.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menegaskan sidang terbuka tersebut menunjukkan komitmen Polda Aceh dalam menerapkan prinsip BETAH atau Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis pada rekrutmen anggota Polri.
“Selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus terpilih. Keberhasilan tersebut diraih melalui proses seleksi yang objektif, transparan, serta berdasarkan kemampuan masing-masing peserta,” kata Joko.
Ia juga mengajak peserta yang belum berhasil untuk tetap semangat. Menurutnya, kesempatan menjadi anggota Polri masih terbuka pada penerimaan berikutnya. Ia berharap mereka mempersiapkan diri lebih matang agar memperoleh hasil yang lebih baik.[Zulfikar]















