Scroll untuk baca artikel
Banda Aceh

Kapolda Aceh Tutup Pembaretan 65 Bintara Remaja Brimob

38
×

Kapolda Aceh Tutup Pembaretan 65 Bintara Remaja Brimob

Sebarkan artikel ini
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menutup pembinaan tradisi dan pembaretan 65 Bintara Remaja Satbrimob.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan resmi menutup kegiatan Pembinaan Tradisi dan Pembaretan 65 Bintara Remaja Satuan Brimob Polda Aceh. Penutupan ini berlangsung di Markas Komando Satbrimob Polda Aceh pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pembinaan tahun anggaran 2026. Setelah itu, para bintara muda resmi menyandang status sebagai anggota Korps Brimob Polri.

Pembinaan tradisi ini bertujuan membentuk karakter, mental, dan disiplin peserta. Program tersebut juga menempa loyalitas dan jiwa korsa calon anggota Brimob. Selain membentuk mental, kegiatan ini turut mengasah kesiapan fisik dan profesionalisme sebelum mereka mengemban tugas lapangan.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Pejabat Utama Polda Aceh Turut Mendampingi

Dansatbrimob Polda Aceh mendampingi Kapolda dalam upacara penutupan tersebut. Direktur Pengamanan Objek Vital pun turut hadir mendampingi jalannya acara. Selain itu, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara serta Direktur Samapta Polda Aceh juga ikut serta.

Instruktur, pelatih, dan pembina turut memenuhi lokasi acara penutupan. Orang tua dan keluarga Bintara Remaja bahkan hadir untuk memberikan dukungan moril. Kehadiran mereka pun menambah kehangatan suasana penutupan pembinaan tradisi ini.

Baret Brimob Simbol Kehormatan dan Amanah

Kapolda Aceh menegaskan bahwa pembaretan bukan sekadar acara seremonial belaka. Menurutnya, kegiatan ini merupakan proses pembentukan jati diri anggota Brimob. Ia pun menyebut karakter, integritas, disiplin, dan ketangguhan sebagai fondasi utama personel.

Baret Brimob melambangkan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi setiap penyandangnya. Simbol tersebut juga membawa amanah besar yang harus dijaga setiap anggota. Untuk menjaga amanah itu, sikap, perilaku, dan pengabdian profesional menjadi kunci utama.

Kapolda menjelaskan bahwa tugas Polri kini berkembang semakin kompleks dari waktu ke waktu. Personel Brimob pun harus siap menghadapi kejahatan konvensional maupun transnasional. Bahkan, ancaman terorisme, kejahatan siber, dan penyalahgunaan narkotika turut menjadi tantangan nyata.

Konflik sosial dan penanggulangan bencana alam juga masuk ranah tugas Brimob saat ini. Karena itu, setiap personel wajib memiliki kemampuan unggul dan kesiapsiagaan operasional tinggi. Selain itu, mental tangguh serta disiplin dan integritas menjadi syarat mutlak bagi anggota.

“Kalian telah berhasil melewati seluruh tahapan pembinaan dengan penuh semangat, disiplin, dan ketangguhan. Jadikan keberhasilan ini sebagai awal pengabdian yang sesungguhnya. Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dibangun melalui integritas, profesionalisme, sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh setiap anggota,” kata Ruddi Setiawan, Kapolda Aceh.

Pesan Tribrata dan Catur Prasetya

Kapolda kemudian mengingatkan para Bintara Remaja agar berpegang teguh pada nilai Tribrata. Catur Prasetya pun wajib menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas lapangan. Kedua nilai ini menjadi landasan moral bagi seluruh anggota Polri.

Ia pun menekankan pentingnya menjaga kehormatan Korps Brimob dan institusi Polri secara umum. Karena itu, setiap personel harus menjauhi pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi. Mereka juga wajib menghindari segala tindak pidana yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada instruktur, pelatih, dan pembina yang terlibat. Mereka telah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk membentuk karakter para Bintara Remaja. Dedikasi tersebut pun berperan besar dalam keberhasilan program pembinaan ini.

Kapolda turut menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga peserta. Doa dan dukungan mereka membantu para Bintara Remaja menuntaskan pembinaan dengan baik. Kepercayaan keluarga pun menjadi motivasi tersendiri bagi para personel muda tersebut.

Melalui pembinaan ini, Polda Aceh berharap 65 Bintara Remaja tumbuh menjadi personel profesional dan modern. Mereka pun diharapkan tampil unggul, humanis, dan menjunjung prinsip Presisi dalam bertugas. Pada akhirnya, kesiapan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik menjadi tujuan utama program.

Keamanan dan ketertiban masyarakat Aceh kini menjadi tanggung jawab baru bagi mereka. Polda Aceh pun berharap para personel muda ini segera berkontribusi nyata di lapangan. Bagi mereka, pembaretan menjadi awal perjalanan panjang pengabdian kepada masyarakat dan negara. [Zulfikar]