Scroll untuk baca artikel
Banda Aceh

BBPOM Aceh dan Polda Aceh Perkuat Sinergi Berantas Obat Ilegal

30
×

BBPOM Aceh dan Polda Aceh Perkuat Sinergi Berantas Obat Ilegal

Sebarkan artikel ini
Kepala BBPOM Aceh Riyanto bertemu Kapolda Aceh Ruddi Setiawan bahas sinergi berantas obat dan pangan ilegal.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – BBPOM Aceh memperkuat sinergi pengawasan bersama Polda Aceh untuk memutus rantai peredaran obat dan pangan ilegal. Kedua lembaga menggelar silaturahmi dan koordinasi di Banda Aceh, Rabu (3/9/2026). Kolaborasi ini menyasar penguatan pengawasan sekaligus penegakan hukum di bidang obat dan makanan.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, bersama jajarannya bertemu langsung dengan Kapolda Aceh, Ruddi Setiawan. Pertemuan tersebut membahas langkah bersama menghadapi potensi pelanggaran hukum, terutama peredaran produk ilegal yang membahayakan kesehatan masyarakat.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Perkuat Pengujian Barang Bukti

Kedua lembaga turut menyoroti pentingnya dukungan pengujian barang bukti dalam proses penegakan hukum. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat proses scientific crime investigation di lapangan. Dengan begitu, penanganan perkara dapat berjalan lebih cepat, akurat, objektif, dan transparan.

Riyanto menegaskan bahwa sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam pengawasan obat dan makanan. Pengawasan tidak boleh berhenti hanya pada tahap menemukan pelanggaran. Proses ini perlu berlanjut hingga penegakan hukum yang memberikan efek jera.

“Sinergi antara BBPOM Aceh dan Polda Aceh merupakan kunci untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” kata Riyanto, Kepala BBPOM Aceh. Menurutnya, pengawasan yang didukung penegakan hukum kuat mampu mempercepat penanganan pelanggaran. Masyarakat pun lebih terlindungi dari produk berisiko terhadap kesehatan.

Riyanto menilai kolaborasi lintas sektor makin penting seiring berkembangnya modus peredaran produk ilegal. Pengawasan membutuhkan respons cepat serta pertukaran informasi yang efektif. Langkah penindakan yang terintegrasi turut mempersempit celah peredaran produk ilegal di Aceh.

Ia pun mengapresiasi dukungan Polda Aceh dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayah Aceh. “Sinergi ini bukan hanya tentang penindakan, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama mencegah masyarakat menjadi korban,” tambah Riyanto.

Polda Aceh Sambut Baik Kolaborasi

Kapolda Aceh, Ruddi Setiawan, menyambut baik penguatan koordinasi bersama BBPOM Aceh. Ia memandang perlindungan masyarakat sebagai tanggung jawab bersama antarlembaga. Kerja sama ini menjadi krusial dalam menghadapi pelanggaran yang menyangkut keselamatan publik.

“Polda Aceh siap mendukung dan memperkuat sinergi bersama BBPOM Aceh dalam pengawasan maupun penegakan hukum,” ujar Ruddi Setiawan, Kapolda Aceh. Menurutnya, kolaborasi yang baik memperkuat respons terhadap setiap pelanggaran. Proses penanganannya pun berjalan profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga: BBPOM Aceh Dorong Produk Lokal Naik Kelas di Momentum Maulid

Ruddi turut mengapresiasi langkah BBPOM Aceh membangun komunikasi dengan aparat penegak hukum. Pertukaran informasi dan dukungan teknis, termasuk pengujian barang bukti, memperkuat pembuktian dalam penegakan hukum. “Kami mengapresiasi inisiatif BBPOM Aceh untuk terus memperkuat koordinasi,” lanjutnya.

Hadapi Tantangan Pengawasan yang Kompleks

Penguatan kerja sama ini menjawab tantangan pengawasan obat dan makanan yang kian kompleks. Produk tanpa izin edar dan produk palsu bukan sekadar persoalan administratif. Produk semacam ini dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat luas.

Karena itu, BBPOM Aceh dan Polda Aceh mengarahkan kolaborasi membangun sistem pengawasan yang responsif dan berbasis bukti. Sistem ini mencakup pertukaran informasi, pengawasan lapangan, penanganan temuan, hingga dukungan pengujian barang bukti. Kedua lembaga berkomitmen memperkokoh sinergi memutus rantai peredaran obat dan makanan ilegal di Aceh.

Menjaga masyarakat memang bukan tugas satu lembaga saja. Ketika pengawasan dan penegakan hukum bergerak bersama, ruang bagi produk ilegal pun menyempit. Perlindungan bagi masyarakat Aceh diharapkan semakin kuat dari waktu ke waktu.