Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Kementan Kucurkan Rp2,5 Triliun untuk Bencana Aceh

31
×

Kementan Kucurkan Rp2,5 Triliun untuk Bencana Aceh

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh M. Nasir memaparkan rincian dana Rp2,5 triliun Kementan untuk pemulihan bencana hidrometeorologi Aceh.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026). Ia didampingi Juru Bicara Pemerintah Aceh T. Kamaruzzaman dan Nurlis Effendi. Konferensi pers ini menjelaskan hasil pertemuan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas dukungan anggaran Kementerian Pertanian untuk penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

M. Nasir memaparkan total dukungan anggaran Kementerian Pertanian mencapai Rp2,5 triliun. Pemerintah pusat mengalokasikan dana ini untuk memulihkan sektor pertanian, khususnya sawah dan perkebunan. Bencana hidrometeorologi belakangan merusak ribuan hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Aceh.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Rincian Alokasi Anggaran Satker Daerah

Sekda merinci Rp515 miliar dari total anggaran berada pada Satuan Kerja Daerah. Pemerintah Provinsi Aceh mengelola Rp9,7 miliar dari alokasi tersebut. Pemerintah kabupaten/kota mengelola porsi lebih besar, yakni Rp505,3 miliar.

Realisasi anggaran ini telah mencapai 50,3 persen hingga 6 Agustus 2026. Sekda menegaskan dana Satker Daerah tidak tersimpan di kas Pemerintah Aceh maupun kabupaten/kota. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Banda Aceh di bawah Kementerian Keuangan justru menyimpan dana tersebut.

Sekitar Rp2 triliun sisanya berada pada Satker Pusat dan balai Kementerian Pertanian. Kementerian mengalokasikan dana ini untuk pengadaan alat dan mesin pertanian. Pembibitan tanaman turut menjadi sasaran, mencakup benih padi, jagung, kopi, kelapa, kakao, dan karet.

M. Nasir menjelaskan bantuan senilai Rp2 triliun disalurkan dalam bentuk program dan barang. Para penerima manfaat menerima bantuan tersebut langsung dari Kementerian Pertanian. Pelaksanaan program saat ini masih memasuki tahap pengajuan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), verifikasi, dan pembibitan. Pemerintah kabupaten/kota sudah menerima sebagian alat dan mesin pertanian secara langsung.

Ribuan Hektare Sawah dan Kebun Terdampak

Data yang dipaparkan mencatat bencana hidrometeorologi merusak 57.485 hektare sawah di Aceh. Kerusakan ringan menimpa 27.437 hektare, sementara kerusakan sedang mencapai 13.651 hektare. Kerusakan berat menerjang 16.276 hektare, dan bencana menghilangkan 120 hektare sawah sepenuhnya.

Tim terkait kini menjalankan optimalisasi lahan dan rehabilitasi untuk sawah rusak ringan hingga sedang. Program ini telah mencakup area seluas 40.852 hektare. Upaya pemulihan terus berjalan seiring proses verifikasi lapangan.

Sektor perkebunan turut mengalami dampak signifikan dengan luas terdampak mencapai 60.438 hektare. Proses pemulihan kini berlangsung pada 40.418 hektare lahan perkebunan tersebut. Tahapan pengajuan CPCL, verifikasi, dan pembibitan menyertai program pemulihan ini. Satker Pusat dan Balai Kementerian Pertanian di Medan melaksanakan program tersebut.

Pemerintah Aceh menegaskan seluruh proses penyaluran bantuan berjalan sesuai mekanisme Kementerian Pertanian. Konferensi pers ini bertujuan memberi masyarakat informasi utuh mengenai skema anggaran. Transparansi pengelolaan dana bencana menjadi prioritas Pemerintah Aceh ke depan.