Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menerima kunjungan koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie di Kantor BBPOM Aceh, Kamis (06/08/2026). Kedua instansi ini memperkuat sinergi pengawasan obat dan makanan di wilayah Pidie. Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan sekaligus solusi peningkatan kualitas pengawasan dan pembinaan pelaku usaha.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Saifullah memimpin rombongan Dinas Kesehatan Pidie. Ketua Tim Pembinaan dan Pengawasan Farmasi Meutia Kurniawati mendampingi dalam kunjungan itu. Selanjutnya, jajaran BBPOM Aceh menyambut mereka lewat Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Suryani Fauzi, Ketua Tim Pengawasan Obat Naila, serta Ketua Tim Sertifikasi Muhibuddin.
Bahas Kemudahan Izin PIRT untuk UMKM
Kedua pihak lantas membahas kemudahan proses perizinan Pangan Industri Rumah Tangga bagi pelaku UMKM. Mereka mendiskusikan langkah mengatasi hambatan registrasi produk pangan lokal. Dengan begitu, pelaku usaha berpeluang berkembang lebih cepat tanpa mengabaikan keamanan dan mutu produk.
Diskusi juga menyoroti peningkatan standar pelayanan apotek dan toko obat. Kedua instansi membahas penyelesaian Corrective Action and Preventive Action sebagai tindak lanjut pembinaan. Melalui langkah ini, sarana kefarmasian di Pidie berpeluang memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku dengan lebih baik.
Selain itu, kedua pihak mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Pengawasan Obat dan Makanan. Mereka menekankan transparansi dan ketepatan sasaran dalam penggunaan dana tersebut. Kemudian, penataan Surat Keputusan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan turut mereka bahas untuk memperkuat kelembagaan.
Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pengawasan
Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh Muhibuddin lalu menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci membangun sistem pengawasan obat dan makanan yang efektif.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BBPOM sangat penting untuk memastikan setiap pelaku usaha maupun sarana kefarmasian mendapatkan pembinaan yang tepat. Melalui koordinasi seperti ini, berbagai tantangan dapat diselesaikan bersama sehingga masyarakat memperoleh perlindungan yang lebih optimal terhadap obat dan makanan yang beredar,” kata Muhibuddin, Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Pidie Saifullah kemudian mengapresiasi dukungan BBPOM Aceh. Ia menilai pendampingan ini menjawab berbagai kebutuhan pengawasan di daerahnya.
“Koordinasi ini memberikan banyak masukan dan solusi yang dapat kami implementasikan di Kabupaten Pidie. Kami berharap sinergi dengan BBPOM Aceh terus diperkuat sehingga pengawasan obat dan makanan semakin efektif serta mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkap Saifullah, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Pidie.
Pada akhirnya, BBPOM Aceh dan Dinas Kesehatan Pidie menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi pembinaan dan edukasi masyarakat. Sinergi ini pun menciptakan sistem pengawasan obat dan makanan yang semakin kuat. Karena itu, kedua instansi berharap UMKM pangan lokal tumbuh sesuai standar keamanan dan mutu.
Dengan demikian, BBPOM Aceh dan Dinkes Pidie berharap kolaborasi berkelanjutan ini mendongkrak kualitas pelayanan kefarmasian di Pidie. Masyarakat Pidie pun akhirnya mendapat perlindungan optimal terhadap obat dan makanan yang beredar di wilayah mereka.















