Pewarta Aceh | NAGAN RAYA – Kementerian Perindustrian bersama anggota DPR RI Komisi VII, Teuku Zulkarnaini atau Ampon Bang, menggelar pelatihan kewirausahaan di Nagan Raya, Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 600 peserta mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan teknis dan mengembangkan usaha.
Panitia menggelar pelatihan di Caffee Nagan Premium, Kecamatan Suka Makmue. Peserta berasal dari berbagai kecamatan, mulai dari kalangan muda hingga pelaku usaha.
Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan Ampon Bang dalam program ini. Mereka mendorong pertumbuhan wirausaha baru sesuai potensi ekonomi daerah.
Enam Bidang Keterampilan Jadi Fokus Pelatihan
Pelatihan ini mencakup enam bidang, yaitu pengelasan, furnitur bambu, servis motor kapal, pembuatan paving block, sablon, dan pupuk organik. Peserta mempelajari keterampilan praktis untuk membuka peluang usaha mandiri.
Ampon Bang menjelaskan bahwa Kementerian Perindustrian dan DPR RI Komisi VII bekerja sama menjalankan program tersebut. Ia berharap masyarakat mampu mengembangkan bisnis sesuai potensi wilayah masing-masing.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pria 26 Tahun di Nagan Raya, Sita 2,89 Gram Sabu
“Bimbingan teknis wirausaha baru yang bergerak di bidang industri kecil menengah di Nagan Raya, diberikan pelatihan oleh kementerian, dan kami yang melakukan pengawasan,” kata Ampon Bang saat diwawancarai awak media di lokasi.
Ampon Bang juga mengingatkan peserta agar memahami tata kelola usaha sejak awal. Pengetahuan tentang legalitas, administrasi, dan risiko bisnis membantu pelaku usaha mengambil keputusan secara tepat.
Kemenperin Evaluasi Peluang Pengembangan Usaha
Fungsional Pembina Industri Ahli Madya Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian, Ni Wayan Yuni Widayanti, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar menghadirkan pembelajaran di ruangan. Tim kementerian juga akan menilai perkembangan peserta setelah pelatihan.
“Nanti kita akan evaluasi, jika ada dari peserta yang memiliki usaha berkelanjutan, maka kementerian bisa mengolaborasikan modal usaha melalui perbankan, sehingga para peserta tidak hanya belajar regulasi namun juga diberikan modal usaha,” jelas Ni Wayan.
Ia menjelaskan bahwa calon wirausaha perlu menguasai pengetahuan dasar sebelum mengembangkan bisnis. Karena itu, materi pelatihan mencakup regulasi usaha, keterampilan teknis, dan pengetahuan permodalan.
“Kita masih terus update, dari awal ini apa yang perlu dibantu, mungkin bertahap, namun sebagai awal kita berikan dulu materi-materi yang menjadi modal dasar untuk mereka berusaha, baik secara regulasi, teknik hingga permodalan,” pungkasnya.
Kementerian Perindustrian berharap peserta menerapkan keterampilan tersebut untuk merintis atau mengembangkan bisnis. Tim kementerian akan menilai perkembangan usaha untuk menentukan peluang dukungan lanjutan.
Kolaborasi dengan perbankan juga berpotensi membantu peserta memperoleh pembiayaan. Namun, peserta perlu memenuhi kriteria dan mengikuti ketentuan dari pihak perbankan.[Zulfikar]















