Pewarta Aceh | NAGAN RAYA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Nagan Raya memulai kepengurusan periode 2026–2028 melalui pelantikan di Grand Nagan, Sabtu (17/10/2026). Ketua IDI Nagan Raya, dr. Afzalul Zikri, mengajak seluruh pengurus menjaga kekompakan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Sekretaris Umum IDI Wilayah Aceh, dr. Izzindin Fadhil, memimpin prosesi pelantikan. Wakil Bupati Nagan Raya Raja Sayang, Ketua DPRK Mohd Rizki Ramadhan, serta Kepala Dinas Kesehatan Syarifah Burhani turut menghadiri acara tersebut.
Selain itu, Direktur RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Ariefuddin dan Direktur Rumah Sakit Cahaya Husada juga hadir. Sejumlah undangan lainnya ikut menyaksikan pelantikan pengurus organisasi profesi dokter tersebut.
dr. Afzalul Zikri Ajak Pengurus Utamakan Kepentingan Masyarakat
Dalam sambutannya, dr. Afzalul Zikri meminta seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai kekompakan dan solidaritas menjadi kunci untuk memperkuat peran IDI dalam pelayanan kesehatan.
“Untuk pengurus yang baru saja dilantik, utamakan kekompakan dan terus berbuat untuk kepentingan masyarakat,” kata dr. Afzalul Zikri.
Selain menjaga solidaritas, ia mengajak para dokter mempertahankan profesionalisme dan menjunjung tinggi etika kedokteran. Menurutnya, IDI memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Nagan Raya.
Karena itu, pengurus perlu memperkuat koordinasi dan menyusun program yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kerja sama yang solid, para dokter dapat mendukung pelayanan medis yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.
Wakil Bupati Dorong Sinergi IDI dengan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, mengajak IDI memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia juga meminta organisasi profesi tersebut menjaga komunikasi agar program kesehatan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Selamat kepada dr. Afzalul Zikri dan pengurus IDI yang baru dilantik. IDI harus mampu bersinergi dengan pemerintah, perkuat komunikasi sehingga keberadaan IDI dapat berjalan seiringan dengan Pemerintah Nagan Raya,” harapnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Nagan Raya Gelar Open House, Perkuat Sinergi Pendidikan
Menurut Raja Sayang, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan fasilitas kesehatan perlu membangun kerja sama yang erat. Dengan demikian, seluruh pihak dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan medis bagi warga.
Di sisi lain, komunikasi yang baik membantu pemerintah dan IDI mengenali berbagai tantangan di sektor kesehatan. Kolaborasi lintas sektor juga dapat mendukung pelaksanaan program kesehatan secara lebih efektif.
IDI Aceh Ingatkan Pengurus Menjaga Marwah Organisasi
Sekretaris Umum IDI Wilayah Aceh, dr. Izzindin Fadhil, mengingatkan pengurus baru agar menjaga martabat organisasi. Ia menegaskan bahwa sumpah dokter harus menjadi pedoman utama dalam menjalankan profesi.
“Kita kembali ke sumpah dokter, karena yang paling utama itu adalah memberi pelayanan kepada masyarakat. Saya percaya dr. Afzal dan pengurus dapat menjalankan itu,” jelas dr. Izzindin Fadhil.
Selain itu, ia mendorong pengurus IDI Nagan Raya terus meningkatkan profesionalisme dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dapat memperkuat peran organisasi sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Para dokter juga perlu membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional dan beretika. Dengan komitmen tersebut, IDI dapat memperkuat kontribusi anggotanya terhadap pembangunan kesehatan daerah.
Pelantikan Dilanjutkan dengan Seminar Profesi
Setelah prosesi pelantikan, panitia melanjutkan acara dengan seminar profesi. Seluruh pengurus IDI Kabupaten Nagan Raya mengikuti seminar tersebut sebagai bagian dari rangkaian agenda organisasi.
Melalui kegiatan ini, para pengurus dapat memperkuat wawasan dan komitmen terhadap profesi kedokteran. Ke depan, IDI Nagan Raya perlu terus membangun kolaborasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kepengurusan periode 2026–2028 diharapkan mampu memperkuat kontribusi dokter dalam pembangunan sektor kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengurus perlu menjaga kekompakan, menjalankan etika profesi, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. [Zulfikar]















