Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Mualem Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80

54
×

Mualem Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80

Sebarkan artikel ini
Gubernur Aceh Mualem menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada jajaran Polri.

PewartaAceh | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada jajaran Polri, Rabu (1/7/2026). Pria yang akrab disapa Mualem itu menyampaikan apresiasi lewat Juru Bicara Pemerintah Aceh Dr Nurlis Effendi di Banda Aceh. Ia menilai Polri berperan besar menjaga keamanan dan ketertiban, bahkan menjadi mitra strategis pembangunan daerah selama ini.

Mualem menyebut Polri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Ia mencontohkan Polda Aceh yang konsisten mengedepankan kearifan lokal saat menjalankan tugas kepolisian. Bahkan, perubahan nama menjadi Polda Aceh Meutuah turut mencerminkan semangat tersebut.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Filosofi Kepolisian Berbasis Budaya dan Syariat

Gubernur Aceh itu menilai Polda Aceh berhasil memadukan kebijakan nasional dengan arahan kepemimpinan dan kearifan lokal Aceh. Polda Aceh menjalankan filosofi kepolisian yang berakar pada budaya sekaligus berlandaskan syariat setempat. Meski begitu, pendekatan itu tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat secara menyeluruh.

Mualem menegaskan capaian tersebut merupakan buah dari pola kolaborasi pentahelix. Pola ini melibatkan lima pemangku kepentingan utama dalam pembangunan dan pemecahan masalah publik. Menurutnya, tidak ada satu sektor pun yang mampu menuntaskan masalah kompleks secara mandiri.

Karena itu, sinergi lima unsur menjadi kunci pencapaian tujuan bersama secara efektif. Unsur tersebut meliputi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Kelima pihak saling melengkapi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh.

Peran Lima Unsur Pentahelix

Pemerintah, termasuk kepolisian, berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator kebijakan publik. Sementara itu, akademisi berkontribusi lewat penelitian, inovasi, dan penyediaan data ilmiah yang akurat. Adapun dunia usaha menyumbang modal, teknologi, dan keahlian manajerial dalam pelaksanaan proyek pembangunan.

Di sisi lain, masyarakat mewakili kebutuhan, aspirasi, dan partisipasi publik secara langsung. Media pun berperan menyebarluaskan informasi serta mengedukasi publik secara berimbang. Bahkan, peran media turut membangun opini positif di tengah masyarakat luas.

Mualem menegaskan kolaborasi berbagai unsur itu menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, seluruh pihak perlu terus menjalankan penguatan kerja sama secara konsisten. “Sehingga Aceh tidak hanya aman tetapi juga nyaman. Ekonomi akan bertumbuh, dan rakyat sejahtera,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Dr Nurlis Effendi.

Pemerintah Aceh berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini turut memperkuat hubungan Polri dengan seluruh elemen masyarakat. Ke depan, Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung penuh tugas kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.