Scroll untuk baca artikel
Banda Aceh

Literasi Obat dan Makanan, Bekal Warga Aceh Saring Informasi Digital

61
×

Literasi Obat dan Makanan, Bekal Warga Aceh Saring Informasi Digital

Sebarkan artikel ini
Suryani Fauzi dan Azhari membahas pentingnya literasi obat dan makanan dalam Podcast Berbisik BBPOM Aceh Episode 21.

Pewarta Aceh | Banda Aceh – BBPOM Aceh mengajak masyarakat memeriksa informasi obat dan makanan sebelum memercayainya. Ajakan itu mengemuka dalam Podcast Berbisik BPOM Aceh Episode 21 pada Senin (28/09/2026). Podcast bertajuk “Literasi Hebat, Masyarakat Sehat” itu berlangsung di ruang rapat pimpinan BBPOM Aceh. Derasnya arus informasi di media sosial melatarbelakangi pembahasan ini.

Podcast menghadirkan dua narasumber. Azhari menjabat Wakil Ketua Bidang Advokasi Pembelaan Wartawan PWI Aceh. Suryani Fauzi memimpin Tim Publikasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi BBPOM Aceh. Suhil Alfata memandu acara sebagai host.

PENYALUR PERLENGKAPAN OUTBOUND & ADVENTURE EQUIPMENT

Suryani menegaskan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Menurut dia, literasi berarti juga memahami informasi sebelum menjadikannya dasar keputusan. Keputusan itu mencakup pilihan yang menyangkut kesehatan. “Literasi bukan sekadar membaca, tetapi memahami dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar,” kata Suryani.

Cek Kemasan dan Waspadai Klaim Berlebihan

Informasi tentang obat, makanan, kosmetik, suplemen, dan produk kesehatan kian marak di media sosial. BBPOM Aceh mengingatkan warga agar tidak langsung percaya pada produk yang sedang viral. Rekomendasi orang lain belum cukup menjadi dasar.

“Sebelum membeli maupun menggunakan produk, masyarakat perlu memperhatikan informasi yang terdapat pada kemasan,” ujar Suryani, yang akrab disapa Ani. Ia meminta warga memeriksa izin edar, komposisi, aturan penggunaan, peringatan, dan tanggal kedaluwarsa lebih dulu.

Baca Juga: USK Jadi Pusat Ujian Program TUNAS Kemdiktisaintek 2026 di Aceh

Warga juga perlu mewaspadai klaim produk di media sosial. Contohnya produk yang mengklaim aman, alami, tanpa efek samping, atau mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Warga sebaiknya menelusuri sumber informasi, lalu memverifikasinya lewat kanal resmi dan tepercaya. Kebiasaan mengecek sebelum membagikan informasi ikut mencegah kabar keliru menyebar.

Kanal Resmi untuk Rujukan

BBPOM Aceh menyediakan subsite resmi aceh.pom.go.id untuk memudahkan warga. Kanal itu memuat informasi publik, berita, regulasi, dan materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Warga juga menemukan layanan serta informasi pengaduan dan konsultasi di sana.

BBPOM Aceh juga punya JANET, singkatan dari Jawab Netizen. Inovasi komunikasi dan edukasi digital ini melayani pertanyaan warga tentang obat dan makanan. JANET menjawab dengan bahasa sederhana dan menghubungkan warga dengan sumber resmi.

Azhari menyebut masyarakat berhak memperoleh informasi publik. Menurut dia, layanan informasi BBPOM Aceh mengutamakan akses yang mudah, cepat, tepat, dan sederhana. Ia menilai kolaborasi pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat penting untuk memperluas edukasi obat dan makanan.

Di era digital, masyarakat tidak cukup menjadi penerima informasi. Warga perlu berani bertanya saat menemukan informasi yang meragukan. Mereka juga perlu memeriksa sumbernya dan memakai informasi untuk keputusan yang tepat.

BBPOM Aceh berharap peningkatan literasi membuat warga tidak mudah percaya pada kabar obat dan makanan. BBPOM Aceh mendorong warga membiasakan diri memeriksa informasi sebelum membeli, memakai, atau membagikannya. Penyampaian lewat berbagai kanal membantu edukasi menjangkau lebih banyak masyarakat.