Pewarta Aceh | PIDIE — Riazul Iqbal, S.Pd., Gr., M.Si. meraih Anugerah Budaya Kabupaten Pidie 2026. Ia mendapat penghargaan kategori Pelaku Literasi Budaya atas kiprahnya menulis dan mengedit buku budaya serta kearifan lokal.
Tim Verifikasi Nominasi Anugerah Budaya Kabupaten Pidie memilih Riazul melalui rapat pleno. Rapat tersebut berlangsung di ruang Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie.
Proses penetapan berlangsung di Sigli pada 14 September 2026. Dalam evaluasinya, tim melihat kontribusi Riazul terhadap dokumentasi budaya dan kearifan lokal.
Riazul Kembangkan Literasi Budaya
Sejumlah kriteria menjadi dasar evaluasi penerima penghargaan. Tim mempertimbangkan dedikasi, konsistensi, dampak karya, dan pelestarian nilai budaya.
Pada tahap berikutnya, verifikasi berkas melengkapi proses penilaian. Tim juga melihat kontribusi para nominasi melalui penilaian lapangan.
Riazul selama ini mengembangkan literasi melalui kegiatan membaca dan menulis. Ia juga menulis serta mengedit buku yang mengangkat budaya dan kearifan lokal.
Dengan cara tersebut, kegiatan literasi dapat menjadi sarana dokumentasi budaya. Buku juga membantu masyarakat mengenal kembali pengetahuan dan nilai lokal Pidie.
Pelaku Budaya Lain Turut Menerima Penghargaan
Anugerah Budaya Kabupaten Pidie 2026 mencakup sejumlah kategori lain. Para penerima berasal dari bidang seni, adat, manuskrip, cagar budaya, hingga pelestarian lingkungan.
Faisal mendapat penghargaan sebagai Pelaku Seni Tari Warisan Budaya. Sementara Masykur Syafruddin, S.Hum., M.Ag. menerima penghargaan sebagai Pelestari Manuskrip dan Benda Cagar Budaya.
Untuk kategori Pelaku/Pelestari Adat, Tradisi, dan Nilai Kearifan Lokal, tim memilih Cut Afrianidar, S.H., M.Si. Berikutnya, Hj. Rohana, S.Tr.P. mendapat penghargaan sebagai Pelestari Warisan Cagar Budaya.
Baca Juga: BBPOM Aceh Perkuat TKPPOM Pidie demi Keamanan Pangan
Group Pusaka Nanggroe meraih kategori Koreografer Warisan Budaya. Pada kategori pelestarian hutan adat, penghargaan diberikan kepada Imuem Mukim Kunyet dan Imuem Mukim Beungga.
Kategori Pelestari Tradisi Lisan juga masuk dalam daftar penghargaan. Keuchik Masjid Lam Ujong menerima penghargaan untuk kategori tersebut.
Tiga keuchik mendapat penghargaan sebagai Pelestari Makanan Tradisional Pidie. Selain itu, empat keuchik meraih kategori Gampong Pelestari Cagar Budaya.
Komunitas Lambroeh juga memperoleh penghargaan. Tim memilih komunitas tersebut untuk kategori Komunitas Peduli Budaya.
Penghargaan Mengacu Rekomendasi Tim Verifikasi
Umar Mahdi, S.H., M.H., Junaidi, S.Ag., M.H., dan Mohammadiah Adam, S.H. tergabung dalam tim verifikasi. Mereka menyusun rekomendasi setelah menyelesaikan evaluasi dan verifikasi para nominasi.
Bupati dan Wakil Bupati Pidie kemudian menyerahkan penghargaan kepada para penerima. Pemerintah daerah mengacu pada rekomendasi tim dalam proses tersebut.
Bagi Riazul, penghargaan itu memperkuat hubungan antara literasi dan pelestarian budaya. Melalui buku, pengetahuan lokal dapat terdokumentasi dan dikenal oleh masyarakat.
Ke depan, karya literasi juga dapat membantu generasi muda mengenal budaya daerah. Karena itu, dokumentasi sejarah, tradisi, dan kearifan lokal memiliki arti penting bagi keberlanjutan budaya Pidie.















