Scroll untuk baca artikel
PemerintahPidie

Kak Ana Nikmati Panorama Negeri di Atas Awan di Kilonam Geumpang

11
×

Kak Ana Nikmati Panorama Negeri di Atas Awan di Kilonam Geumpang

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman, menikmati panorama kabut pagi di Agrowisata Kilonam, Geumpang, Pidie.

Pewarta Aceh | PIDIE – Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman atau Kak Ana, menikmati panorama kabut di Agrowisata Kilonam, Geumpang, Pidie. Ia berkemah bersama rombongan TP PKK Pidie pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026.

Kabut tebal menyelimuti lembah saat pagi tiba. Pemandangan itu menciptakan suasana seperti negeri di atas awan.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Pada pukul 07.20 WIB, kabut masih menggantung di perbukitan. Matahari juga belum sepenuhnya menembus lapisan awan.

Marlina memandang hamparan lembah dari depan tenda. Udara dingin menyelimuti kawasan perbukitan tersebut.

Kabut menutupi pepohonan dan memenuhi bagian bawah bukit. Lanskap itu menjadi daya tarik utama Agrowisata Kilonam.

“Tempat ini sangat indah. Tidak kalah dengan daerah lain,” kata Marlina.

Ia mengajak masyarakat dan wisatawan mengunjungi kawasan tersebut. Menurutnya, pengunjung dapat menikmati langsung keindahan alam Geumpang.

Kilonam Berawal dari Perkebunan

Agrowisata Kilonam juga dikenal dengan nama Kilo Nam atau Kilo 6. Lokasinya berada di tepi Jalan Geumpang–Meulaboh.

Kawasan itu berjarak sekitar enam kilometer dari Pasar Geumpang. Jaraknya mencapai sekitar 100 kilometer dari Kota Sigli.

Pemilik Kilonam, Safriati atau Titi, merintis kawasan itu melalui usaha perkebunan. Ia bersama keluarga mulai menanam kopi dan durian sekitar lima tahun lalu.

Pemandangan lembah kemudian menarik perhatian mereka. Keindahan alam itu mendorong keluarga tersebut mengembangkan kawasan wisata.

“Tadinya kami berkebun. Karena mendapat pemandangan begitu indah, kami terinspirasi membuat tempat wisata,” kata Titi, Minggu, 2 Agustus 2026.

“Kami mulai merintis agrowisata sejak 2024. Kegiatan berkebun sudah berjalan sekitar lima tahun,” lanjutnya.

Pengelola kemudian menyiapkan area kamping di punggung bukit. Pengunjung dapat menikmati panorama lembah dari kawasan tersebut.

Kilonam juga memiliki air terjun setinggi sekitar 30 meter. Pengunjung dapat menjangkau lokasi itu melalui jalur kawasan agrowisata.

Tawarkan Kamping hingga Kebun Kopi

Kawasan Kilonam menyediakan kolam anak dan kolam ikan. Tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan jeruk serta durian.

Pengelola juga membangun sebuah kafe di area tersebut. Pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman sambil melihat perbukitan.

Pengelola tidak menerapkan biaya masuk. Pengunjung hanya membayar makanan atau minuman yang mereka pesan.

Pengunjung juga dapat menyewa tenda untuk berkemah. Biaya sewa mencapai Rp150.000 per malam.

Satu tenda dapat menampung tiga hingga empat orang. Pengelola menyediakan fasilitas itu bagi wisatawan yang ingin menunggu panorama pagi.

Kawasan tersebut belum memiliki jaringan seluler. Pengunjung dapat menggunakan jaringan Wi-Fi di sekitar area kafe.

Pagi dan sore menjadi waktu terbaik menikmati pemandangan. Kabut biasanya menutupi pepohonan pada waktu pagi.

Kabut perlahan menipis saat matahari meninggi. Perbukitan hijau kemudian terlihat jelas menjelang siang.

Pada sore hari, awan kembali turun ke lembah. Cahaya yang meredup menciptakan suasana tenang di kawasan tersebut.

Menikmati Air Terjun dan Kebun

Sekitar pukul 10.00 WIB, kabut mulai menghilang. Marlina kemudian mengunjungi air terjun di kawasan Kilonam.

Ia juga mendatangi area kolam anak. Di lokasi itu, rombongan melihat kolam ikan dan perkebunan warga.

Kebun durian dan kopi mengelilingi sejumlah area wisata. Perpaduan perkebunan dan lanskap alam menjadi ciri kawasan tersebut.

Kunjungan TP PKK Aceh menambah perhatian terhadap Agrowisata Kilonam. Destinasi itu mulai menarik minat wisatawan berbasis alam.

Kilonam mengandalkan panorama alami tanpa banyak perubahan lanskap. Kabut datang dan pergi mengikuti kondisi cuaca.

Keindahan pagi di kawasan itu memberi pengalaman berbeda. Pengunjung dapat berkemah sambil menikmati panorama perbukitan Aceh.