Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Polresta Banda Aceh Olah TKP Ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang Lukai 15 Orang

62
×

Polresta Banda Aceh Olah TKP Ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang Lukai 15 Orang

Sebarkan artikel ini
Petugas Inafis Polresta Banda Aceh melakukan olah TKP dugaan ledakan KMP Aceh Hebat 2.

PewartaAceh | BANDA ACEH – Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di KMP Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026). Langkah cepat ini menyusul insiden ledakan mendadak di kamar mesin kapal tersebut. Peristiwa mengerikan ini mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar serius.

Kapal motor penumpang ini awalnya baru saja bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh. Armada laut tersebut menyelesaikan pelayaran dari Pelabuhan Balohan Sabang sekitar pukul 10.00 WIB. Tak lama setelah kapal merapat, bunyi dentuman keras seketika memicu kepanikan massal warga pelabuhan.

PENYALUR PERLENGKAPAN OUTBOUND & ADVENTURE EQUIPMENT

Saat kejadian, para taruna praktik dari Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Besar tengah beraktivitas di sana. Mereka sedang melaksanakan agenda praktik lapangan di dalam kapal. Pihak kapal kemudian mengarahkan para taruna menuju area ruang mesin untuk sesi pengenalan alat.

Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo memandu langsung jalannya kegiatan pengenalan peralatan operasional tersebut. Petaka muncul saat Agus mengoperasikan alat Electro Motor Hydraulic pintu sekat kedap. Alat vital tersebut mendadak memicu ledakan hebat yang membakar para taruna di sekitarnya.

Selidiki Kerusakan Mesin Pembantu

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melokalisasi area kejadian pasca-menerima laporan warga. Petugas berwajib menggandeng tim ahli keselamatan pelayaran guna mengusut tuntas penyebab utama insiden. Polisi juga memintai keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi.

Aparat memfokuskan pemeriksaan pada titik ruangan Auxiliary Engine atau ruang mesin pembantu. Ruangan khusus ini terindikasi kuat menjadi sumber utama munculnya percikan api dan ledakan. Meskipun begitu, petugas masih melakukan pendalaman menyeluruh untuk memastikan penyebab pastinya.

“Dugaan ledakan berasal dari ruangan Auxiliary Engine yang menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh tim yang bertugas,” ujar Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono.

Tim Inafis mengumpulkan sejumlah barang bukti penting dari dalam kamar mesin kapal. Petugas juga mendokumentasikan setiap sudut ruangan secara detail untuk memperkuat akurasi berkas perkara. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan sistem kelistrikan dan komponen hidrolik yang mengalami kerusakan parah.

Langkah taktis tersebut berguna memberikan gambaran utuh mengenai kronologi awal petaka kapal. Polisi berkomitmen menjalankan proses investigasi ini secara profesional, transparan, dan akuntabel kepada publik. Pihak berwajib juga mengimbau masyarakat luas agar tidak menyebarkan spekulasi liar.

Seluruh Korban Jalani Perawatan Intensif

Petugas medis langsung mengevakuasi seluruh korban luka bakar ke rumah sakit terdekat. Saat ini, 15 korban tengah mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh. Tim dokter terus memantau perkembangan kesehatan para korban secara berkala.

Ledakan ini melukai KKM KMP Aceh Hebat 2 Agus Widodo (47) yang memandu acara. Insiden tersebut juga mencederai 14 taruna praktik Politeknik Pelayaran Malahayati. Korban taruna berumur antara 18 hingga 23 tahun yang berdiri dekat mesin.

Daftar taruna korban luka meliputi Adit Mursandi (21), Billy Subana Sitepu (20), dan Muhammad Aydil Farizshi (21). Kondisi serupa menimpa Muhammad Dio Febrianto (18), Muhammad Zulfikar (20), Mujibur Rahman (23), serta Ridho Ramadhani Saputra (21).

Korban lain yakni Samuel Alvaro Aruan (20), Soufi Ramadhan (20), Fakhri Herdieco (19), dan Faris Aflandi Pratama (19). Tiga taruna terakhir ialah Iqbal Diansyah (21), Muhammad Bilal Ramzi (20), serta Reyhan Gunawan (19). Penyidik masih mencocokkan hasil analisis lapangan dengan keterangan para saksi.