Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Empat Jembatan Rusak Pascabanjir

15
×

Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Empat Jembatan Rusak Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh M Nasir Syamaun bertemu Unsur Pengarah BNPB Muhammad Dirhamsyah bahas percepatan perbaikan jembatan gantung di Aceh.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera membangun kembali empat jembatan gantung yang rusak akibat banjir. Langkah itu menjadi prioritas karena kerusakan jembatan membahayakan keselamatan warga dan menghambat aktivitas ekonomi.

Desakan tersebut muncul setelah video siswa dan guru menyeberangi sungai menggunakan sisa tali jembatan di Kabupaten Gayo Lues viral di media sosial. Kondisi itu memicu keprihatinan masyarakat karena anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan untuk berangkat ke sekolah.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Dirhamsyah. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Sekda Aceh, Selasa (28/7/2026).

Nasir menjelaskan, langkah itu merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Karena itu, Pemerintah Aceh meminta BNPB mempercepat proses rekonstruksi.

“Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga,” kata M. Nasir Syamaun.

Empat Jembatan Masuk Prioritas

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Di lokasi itu, siswa dan guru masih melintasi sisa jembatan gantung yang rusak untuk menyeberangi sungai.

Selain jembatan di Desa Kendawi, Pemerintah Aceh juga mengusulkan rekonstruksi Jembatan Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Usulan tersebut juga mencakup Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Pemerintah Aceh turut mengajukan perbaikan jembatan penghubung antara Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera di Kabupaten Aceh Utara. Dengan demikian, konektivitas masyarakat dapat kembali pulih.

Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan perhatian khusus dan mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana guna memastikan proses belajar-mengajar serta mobilitas warga kembali normal,” ujar M. Nasir.

BNPB Siap Kawal Usulan

Muhammad Dirhamsyah menyatakan siap mengawal usulan tersebut di tingkat pusat. Ia menilai pembangunan kembali jembatan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

Menurutnya, putusnya akses antardaerah menghambat aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi warga. Oleh sebab itu, percepatan rekonstruksi perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB pusat,” kata Muhammad Dirhamsyah.

Ia berharap proses pembangunan dapat segera berjalan setelah usulan mendapat persetujuan. Dengan begitu, siswa dapat kembali bersekolah dengan aman, sementara mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi berlangsung normal.