Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Mualem Kirim Empat Usulan Gas Blok Andaman kepada Presiden Prabowo

55
×

Mualem Kirim Empat Usulan Gas Blok Andaman kepada Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Gubernur Aceh Mualem kirim surat ke Presiden Prabowo soal PoD I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman.

PewartaAceh | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengirim surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait pengelolaan minyak dan gas Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman. Melalui surat itu, Pemerintah Aceh mengajukan empat usulan strategis untuk memperkuat manfaat ekonomi bagi Aceh dan kepentingan nasional.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, membenarkan pengiriman surat tersebut. Menurutnya, Mualem menyusun usulan itu setelah pemerintah mengkaji berbagai aspek pengelolaan migas di Blok Andaman.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Gubernur Mualem mengusulkan yang terbaik untuk negara ini, khususnya untuk Aceh. Sekarang kita menunggu respons Pemerintah Pusat,” kata Nurlis di Banda Aceh, Senin (6/7/2026).

Mualem mengirim surat bernomor 500.16.7.2/7039 pada 25 Juni 2026. Kementerian Sekretariat Negara menerima surat itu pada 30 Juni 2026.

Pemerintah Aceh Kaji PoD South Andaman

Nurlis menjelaskan, Mualem menyampaikan surat tersebut sebagai respons atas persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyetujui pengolahan gas menggunakan fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) di laut.

Mualem kemudian memerintahkan tim pemerintah mempelajari dokumen PoD I secara menyeluruh. Selanjutnya, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun memimpin rapat bersama pakar migas, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Forum tersebut membahas dampak ekonomi, hilirisasi migas, dan peluang investasi. Hasil pembahasan itu menjadi dasar penyusunan surat gubernur.

“Dari hasil rapat inilah yang menjadi inti surat gubernur,” ujar Nurlis.

Empat Usulan untuk Presiden

Usulan pertama meminta pemerintah meninjau kembali skema bagi hasil migas. Pemerintah Aceh menilai pembagian 4 persen untuk gas dan 6 persen untuk minyak belum mencerminkan kepentingan Aceh.

“Dirasionalkan dengan kepentingan nasional dan Aceh,” kata Nurlis.

Usulan kedua mendorong pengolahan gas mentah di darat melalui Kawasan Ekonomi Khusus Arun. Pemerintah Aceh menilai kawasan tersebut memiliki infrastruktur yang siap mendukung industri hilir.

Usulan ketiga meminta Presiden Prabowo mengarahkan Menteri ESDM meninjau kembali persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo. Selain itu, Pemerintah Aceh juga mengusulkan alokasi khusus minyak dan gas bumi untuk Aceh.

Hilirisasi Dinilai Mendorong Ekonomi Aceh

Nurlis menjelaskan kawasan Andaman mencakup enam blok migas utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.

Lapangan Gas Tangkulo diperkirakan mampu memproduksi sekitar 300 MMSCFD gas setiap hari. PLN sudah mengikat kontrak pembelian sekitar 160 MMSCFD melalui Gas Sale Agreement.

Menurut Nurlis, sisa produksi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri hilir di Aceh. Karena itu, Pemerintah Aceh mendorong pengolahan gas berlangsung di dalam daerah agar mampu menciptakan nilai tambah.

Lapangan South Andaman juga berpotensi menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat setiap hari. Industri dapat mengolah kondensat menjadi nafta, kerosin, gasoline, dan bahan baku petrokimia.

“Kondensat akan menjadi penggerak lahirnya kilang (refinery). Dampak ekonomi sesungguhnya akan muncul ketika berbagai industri hilir itu mulai berdiri dan beroperasi,” jelas Nurlis.

Pemerintah Aceh optimistis hilirisasi migas akan membuka lapangan kerja baru. Dengan demikian, investasi meningkat, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat Aceh memperoleh manfaat yang lebih besar dari Gas Blok Andaman.