Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Sekda Aceh: Ekonomi Menguat, Momentum Pemulihan Harus Dijaga

47
×

Sekda Aceh: Ekonomi Menguat, Momentum Pemulihan Harus Dijaga

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh M. Nasir Syamaun paparkan data pertumbuhan ekonomi Aceh Triwulan II 2026 yang menguat.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menyambut positif penguatan ekonomi daerah pada pertengahan 2026. Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mencatat ekonomi Aceh tumbuh 4,86 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026, sehingga menandai akselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya. Ekonomi Aceh juga tumbuh 3,77 persen secara triwulanan dibandingkan Triwulan I 2026.

Secara kumulatif, ekonomi Aceh mencatat pertumbuhan 4,48 persen sepanjang Semester I 2026. Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun menilai capaian ini sebagai sinyal positif karena menunjukkan pergerakan ekonomi masyarakat yang mulai membaik. Ia menyebut angka tersebut menggambarkan aktivitas ekonomi yang perlahan bangkit di berbagai sektor.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Alhamdulillah, berdasarkan data BPS, kita melihat perkembangan yang cukup menggembirakan,” kata M. Nasir Syamaun, Sekda Aceh. Nasir menegaskan Pemerintah Aceh harus menjaga dan memperkuat capaian ini agar tidak berhenti sebagai angka semata. Pemerintah Aceh pun mendorong agar pertumbuhan ekonomi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ekspor Melonjak, Neraca Perdagangan Surplus

Kinerja perdagangan Aceh turut menunjukkan penguatan ekonomi ini sepanjang Juni 2026. BPS mencatat nilai ekspor Aceh mencapai 85,31 juta dolar AS pada bulan tersebut, meningkat 61,31 persen dibandingkan Mei 2026. Komoditas batu bara, CPO, dan kopi menopang lonjakan ekspor tersebut secara signifikan.

Nilai impor Aceh justru anjlok hingga 75,15 persen secara bulanan pada periode yang sama, sehingga Aceh mencatat surplus neraca perdagangan sekitar 59 juta dolar AS. “Peningkatan ekspor dan surplus perdagangan ini tentu kita sambut baik,” kata Nasir. Ia menilai capaian ini membuka peluang besar bagi penguatan ekonomi Aceh ke depan.

Nasir menekankan pentingnya memperkuat daya saing produk Aceh agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pemerintah Aceh juga berupaya memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dan industri pengolahan. Nasir berharap langkah ini mampu mendongkrak nilai ekspor Aceh lebih tinggi pada periode berikutnya.

Mobilitas Masyarakat Ikut Meningkat

Mobilitas masyarakat turut menunjukkan tren positif sepanjang Juni 2026, seiring pulihnya aktivitas ekonomi domestik. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda mencatat 22.502 penumpang domestik pada bulan tersebut, atau melonjak 31,03 persen dibandingkan Mei 2026. Angkutan laut turut mencatat lonjakan penumpang hingga 116.406 orang.

Jumlah penumpang angkutan laut ini naik 32,58 persen secara bulanan dan 16,82 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Nasir menilai lonjakan mobilitas ini menjadi indikator kuat bergeraknya kembali ekonomi domestik Aceh. “Mobilitas masyarakat yang meningkat tentu memberikan efek berantai terhadap sektor ekonomi lainnya,” ujar Nasir.

Sektor perdagangan, jasa, transportasi, perhotelan, dan pariwisata pun ikut merasakan dampak positif dari tren ini. Pemerintah Aceh akan terus memperhatikan konektivitas antardaerah demi menjaga kelancaran arus barang dan orang. Nasir meyakini konektivitas yang baik mampu mempercepat pemerataan manfaat ekonomi ke seluruh wilayah Aceh.

Sektor Pariwisata Turut Bergeliat

Sektor pariwisata Aceh mencatat 2.553 kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Juni 2026. Tingkat penghunian kamar hotel berbintang pun naik menjadi 29,38 persen, atau meningkat 2,35 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandakan geliat sektor pariwisata Aceh yang mulai kembali menguat.

Pemerintah Aceh berkomitmen memperkuat sektor-sektor produktif guna menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah terus memberi perhatian khusus pada sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan sebagai sektor prioritas. Industri pengolahan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif juga masuk dalam fokus penguatan pemerintah ke depan.

“Pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan,” kata Nasir menegaskan arah kebijakan ekonomi Aceh. Ia berharap lapangan kerja terus bertambah seiring menguatnya daya beli masyarakat. Nasir menambahkan, dunia usaha yang berkembang pesat akan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat luas.

Pemerintah Aceh akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, kabupaten, dan kota untuk menjaga momentum ini. Kolaborasi dengan dunia usaha, perbankan, dan perguruan tinggi juga menjadi prioritas utama ke depan. “Kita melihat tanda-tanda yang baik. Ini harus kita syukuri sekaligus kita jaga,” pungkas Nasir, seraya menegaskan optimismenya terhadap masa depan ekonomi Aceh.