PewartaAceh | BANDA ACEH — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperkenalkan inovasi layanan digital bernama “ATM BPOM Aceh” dalam Rapat Evaluasi Pelayanan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banda Aceh, Kamis, 25 Juni 2026. Rapat berlangsung di ruang rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas keterbatasan personel fisik BBPOM Aceh di gerai layanan MPP tahun ini.
Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh, Mohd Ichsan, memimpin rapat yang juga dihadiri seluruh instansi penyelenggara layanan di lingkungan MPP. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang perkenalan jajaran pimpinan baru DPMPTSP. Mohd Ichsan juga menyosialisasikan metode evaluasi terbaru untuk mengukur kualitas layanan publik secara lebih menyeluruh.
“Kami berharap seluruh instansi yang tergabung dalam MPP dapat terus berkolaborasi, memberikan masukan yang konstruktif, dan berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Mohd Ichsan.
ATM BPOM: Solusi Digital Saat Petugas Terbatas
BBPOM Aceh hadir dalam rapat ini melalui Ketua Tim Program Prioritas Nasional Bidang Informasi dan Komunikasi, Desi Ariyanti Ningsih. Desi memaparkan hasil evaluasi pelayanan dan tantangan nyata yang mereka hadapi sepanjang 2026. Keterbatasan jumlah personel operasional membuat petugas BBPOM tidak selalu hadir secara fisik setiap hari di gerai MPP.
Karena itu, BBPOM Aceh merancang inovasi ATM BPOM Aceh sebagai solusi konkret. Layanan berbasis teknologi digital ini memungkinkan masyarakat mengakses informasi dan layanan pengawasan obat dan makanan secara mandiri. Masyarakat pun tidak perlu bergantung pada kehadiran petugas untuk mendapat pelayanan.
“Kami berkomitmen memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan yang mudah dan cepat. Melalui inovasi ATM BPOM Aceh, masyarakat dapat memperoleh layanan dan informasi secara lebih fleksibel sehingga keterbatasan sumber daya tidak menjadi hambatan dalam memberikan pelayanan terbaik,” jelas Desi.
BBPOM Aceh juga berencana mengoordinasikan implementasi inovasi ini bersama manajemen MPP Kota Banda Aceh. Koordinasi ini bertujuan memastikan integrasi layanan berjalan lancar dan memberi manfaat maksimal bagi warga.
Kolaborasi dan Teknologi Jadi Kunci
Rapat berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari instansi peserta. Seluruh peserta sepakat bahwa kolaborasi antarlembaga dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci menghadirkan layanan publik yang efektif. Diskusi pun berjalan konstruktif dengan fokus pada perbaikan nyata di lapangan.
BBPOM Aceh berharap sinergi antarinstansi di lingkungan MPP Kota Banda Aceh terus menguat. Dengan semangat transformasi digital, layanan publik di Kota Banda Aceh diharapkan makin prima dan mudah masyarakat akses. Inovasi ATM BPOM menjadi salah satu langkah konkret menuju pelayanan publik yang adaptif dan modern.















