Rakyat dicari saat pemilu, tetapi mengapa sebagian wakilnya justru menjauh setelah berkuasa? Demokrasi bukan mandat untuk meninggikan diri.
Muhammad Yusuf Bombang
APBA Perubahan Batal, Banjir Belum Tuntas, Kebudayaan Jangan Dikorbankan
APBA Perubahan tidak berlanjut, tetapi tanggung jawab pemerintah tetap berjalan. Rakyat berhak mengetahui nasib pemulihan banjir dan kebudayaan Aceh.
Penanganan Bencana Tak Cukup dengan Imbauan, Rakyat Butuh Perlindungan Nyata
Kabut asap kembali menguji kesiapsiagaan Aceh. Ketika luka bencana belum pulih, rakyat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar imbauan.
Kita Mengeluh Ketika Sejarah Terabaikan, tetapi Diam Ketika Kebudayaan Dikerdilkan
Kita sering mencari sejarah dalam buku. Padahal, sebagian sejarah hidup dalam bahasa, hikayat, adat, manuskrip, dan tradisi.
Perdamaian Tidak Cukup Tanpa Keadilan
Ketika bendera dikibarkan dan senjata meletus di hari perdamaian, pertanyaannya bukan siapa yang salah—tapi apa yang belum selesai.
Qanun Bahasa Aceh Sudah Ada, Kini Saatnya Memiliki Kamus Besar Bahasa Aceh
Qanun Bahasa Aceh menjadi tonggak penting pelindungan bahasa daerah. Namun, tanpa Kamus Besar Bahasa Aceh yang terus diperbarui, upaya pelestarian bahasa belum akan benar-benar kokoh.
Seniman Tidak Sedang Mengeluh, Mereka Sedang Mengingatkan
Ketika seniman Aceh bersuara, publik kerap menganggapnya keluhan. Padahal, mereka sedang membangunkan negara dari tidur panjang untuk menjaga marwah konstitusi dan identitas bangsa.
Ketika Suara Rakyat Mulai Dianggap Gangguan
PewartaAceh | Banda Aceh, Mei 2026 – Di…
JKA, Jejak yang Pernah Menjadi Arah
Banda Aceh, 05 Mei 2026 Beberapa hari terakhir,…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

