PewartaAceh | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017. Guna menunjukkan rasa hormat, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir memimpin rombongan kepala SKPA bertakziah ke rumah duka almarhum dr. Zaini Abdullah. Kunjungan mulia tersebut berlangsung di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Senin (22/6/2026) sore.
Rombongan langsung bertolak menuju lokasi takziah seusai merampungkan agenda Rapat Paripurna di Gedung DPRA. Memang, kehadiran jajaran pejabat eksekutif ini bertujuan memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang tokoh penting daerah.
Adik kandung almarhum Hasbi Abdullah menyambut hangat kedatangan Sekda Aceh beserta rombongan pimpinan dinas. Bahkan, istri almarhum dan keluarga besar juga mendampingi mereka dalam pertemuan penuh haru tersebut. Akhirnya, suasana khidmat menyelimuti seluruh rumah duka selama kunjungan berlangsung.
M. Nasir menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas nama seluruh jajaran kedinasan Pemerintah Aceh. Sembari menjabat tangan keluarga, pihaknya memanjatkan doa agar sang tokoh mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Kami mendoakan agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya,” kata M. Nasir, Sekretaris Daerah Aceh.
Penghormatan Atas Jasa Mantan Gubernur
Meskipun dalam suasana duka, Sekda Aceh tetap berusaha menguatkan hati keluarga besar yang sedang menghadapi masa sulit ini. Bagaimanapun juga, kehilangan figur pemimpin besar tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga dan warga.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,” kata M. Nasir, Sekretaris Daerah Aceh.
Pemerintah Aceh menilai almarhum dr. Zaini Abdullah merupakan sosok pemikir yang sangat gigih. Faktanya, mendiang telah menghibahkan tenaga serta gagasan besar demi kemajuan pembangunan wilayah Serambi Mekah. Oleh karena itu, masyarakat Aceh pasti akan terus merawat ingatan terhadap seluruh jasa dan kontribusi beliau.
Secara keseluruhan, kunjungan takziah ini menjadi simbol empati serta solidaritas instansi pemerintah kepada keluarga tokoh daerah. Agenda duka ini ditutup dengan pelaksanaan doa bersama secara khusyuk. Melalui doa tersebut, seluruh pelayat memohon agar almarhum mendapat husnul khatimah dan keluarga memperoleh kekuatan batin.















