Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

SBI Pastikan Pasokan Semen Aceh Terpenuhi, Distribusi Diperkuat 24 Jam

33
×

SBI Pastikan Pasokan Semen Aceh Terpenuhi, Distribusi Diperkuat 24 Jam

Sebarkan artikel ini
Manajemen SBI bertemu Sekda Aceh membahas penguatan pasokan dan distribusi semen untuk kebutuhan Aceh.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) memastikan kebutuhan semen di Aceh menjadi prioritas utama perusahaan. Manajemen SBI menyampaikan komitmen itu saat bertemu Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (5/8/2026). Karena itu, SBI memperkuat produksi dan distribusi semen untuk menjaga ketersediaan pasokan. Langkah tersebut juga mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan SBI merespons cepat permintaan Pemerintah Aceh terkait kondisi pasokan semen. Menurutnya, perusahaan berkomitmen memastikan produksi dan distribusi berjalan maksimal.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Agendanya memastikan produksi dan distribusi semen dapat berjalan maksimal, berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh,” kata Nurlis di Banda Aceh, Rabu (6/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Direktur Operasi SBI Edi Sarwono hadir bersama jajaran perusahaan. Sekda Aceh M. Nasir Syamaun juga didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra.

Kedua pihak membahas percepatan pemenuhan kebutuhan semen dan upaya menjaga stabilitas harga di Aceh. Selain itu, pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut evaluasi pemerintah terhadap kondisi pasokan semen yang meningkat.

Pemerintah Aceh Minta Distribusi Semen Diperkuat

Nurlis menjelaskan pertemuan itu menindaklanjuti rapat evaluasi pada 3 Agustus 2026. Dalam rapat tersebut, Pemerintah Aceh bersama General Manager PT Solusi Bangun Andalas (SBA), R. Adi Santosa, membahas solusi atas meningkatnya kebutuhan semen.

Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menyampaikan kenaikan harga semen telah memengaruhi aktivitas konstruksi masyarakat. Selain itu, kondisi tersebut ikut memengaruhi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi.

“Harga semen di Aceh saat ini lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain, padahal sumber bahan baku dan industri semen berada di Aceh,” kata Nasir.

Karena itu, Nasir meminta SBI segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan pasokan dan mengendalikan harga semen. Menurutnya, kapasitas produksi pabrik semen di Aceh sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan daerah.

“Dengan kapasitas produksi pabrik yang mencapai 5.400 ton per hari atau sekitar 135.000 sak per hari, Pemerintah Aceh berharap kebutuhan semen Aceh yang diproyeksikan sekitar 4.200 ton per hari atau 105.000 sak per hari dapat dipenuhi secara optimal sehingga tidak terjadi lagi kekurangan pasokan,” ujar Nasir.

Selanjutnya, Nasir menjelaskan pemerintah perlu memperkuat distribusi agar pasokan semen menjangkau seluruh wilayah Aceh secara merata. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh semen dengan harga yang lebih stabil.

SBI Optimalkan Lima Terminal Pengantongan

Direktur Operasi SBI Edi Sarwono mengatakan kunjungannya ke Aceh bertujuan memastikan operasional produksi dan distribusi semen berjalan maksimal.

“SBI akan mengoptimalkan operasional pada lima terminal pengantongan, yaitu Lhoknga, Krueng Raya (Malahayati), Lhokseumawe I, Lhokseumawe II, dan Belawan,” kata Edi.

Selain itu, SBI menerapkan sistem operasional tiga shift atau 24 jam pada seluruh terminal tersebut. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas distribusi semen ke masyarakat.

“SBI berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh melalui peningkatan produksi dan distribusi di seluruh terminal, sehingga kebutuhan masyarakat Aceh dapat terpenuhi dan stabilitas harga semen segera kembali normal,” ujar Edi.

Sementara itu, SBI melakukan evaluasi harian terhadap produksi dan distribusi hingga kondisi pasokan kembali normal. Perusahaan juga menyiapkan pengiriman tambahan semen secara bertahap selama Agustus 2026.

Selanjutnya, SBI mengoptimalkan distribusi dari luar Aceh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pasokan Aceh Jadi Prioritas SBI

Edi menegaskan SBI akan mendahulukan kebutuhan semen Aceh sebelum memenuhi permintaan wilayah lain.

“Pasokan untuk Aceh akan didahulukan melalui optimalisasi kapasitas produksi dan distribusi sebelum dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan wilayah lainnya,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Aceh dan SBI memperkuat kerja sama untuk menjaga ketersediaan semen. Sinergi tersebut mendukung pembangunan dan pemulihan pascabencana di Aceh.

Sekda Aceh M. Nasir Syamaun mengapresiasi komitmen SBI dalam merespons kondisi pasokan semen di Aceh.

“Pemerintah Aceh berharap komitmen tersebut segera diwujudkan melalui peningkatan produksi, kelancaran distribusi, serta stabilisasi harga semen agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” kata Nasir.

Melalui pertemuan tersebut, manajemen pusat SBI memberikan komitmen langsung kepada Pemerintah Aceh. Perusahaan akan meningkatkan produksi, mengoptimalkan seluruh terminal pengantongan selama 24 jam, memperkuat distribusi, serta melakukan evaluasi harian hingga pasokan dan harga semen kembali stabil.