Scroll untuk baca artikel
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H - PT Midaya Network Group dan PewartaAceh.com
AcehGaya HidupKesehatan

PUASA & KESEIMBANGAN HORMON “Reset Alami Sistem Endokrin Tubuh”

8
×

PUASA & KESEIMBANGAN HORMON “Reset Alami Sistem Endokrin Tubuh”

Sebarkan artikel ini

PewartaAceh|Lifestyle,— Puasa bukan sekadar praktik spiritual, tetapi juga proses biologis yang memicu adaptasi besar pada sistem hormon tubuh. Dalam fase 12–16 jam tanpa asupan makanan, tubuh memasuki kondisi metabolic switching beralih dari penggunaan glukosa ke oksidasi lemak sebagai sumber energi.

Menurut Satchin Panda dari Salk Institute for Biological Studies, pembatasan waktu makan memberi kesempatan bagi sistem metabolik untuk kembali sinkron dengan ritme sirkadian alami tubuh.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Ketika tubuh diberi jeda makan yang cukup, hormon metabolik bekerja lebih efisien dan terkoordinasi,” ujarnya dalam berbagai publikasi ilmiah”

Apa yang Terjadi Secara Fisiologis?

Insulin Menurun  Sensitivitas Meningkat
Dalam fase post-absorptive, kadar insulin plasma turun.

Efeknya:

🔸Lipolisis meningkat
🔸Oksidasi asam lemak aktif
🔸Homeostasis glukosa membaik

Kajian dari Harvard Medical School menyebut puasa terkontrol membantu memperbaiki resistensi insulin, faktor utama sindrom metabolik.

Growth Hormone (GH) Meningkat
Puasa memicu sekresi pulsatif GH yang berfungsi:

🔸Mempertahankan massa otot (lean body mass)
🔸Mendukung regenerasi sel
🔸Meningkatkan pembakaran lemak
🔸Ini merupakan mekanisme protektif tubuh saat defisit energi.

Regulasi Kortisol & Ritme Sirkadian
Puasa yang terstruktur membantu sinkronisasi hormon stres (kortisol) dengan jam biologis tubuh.

Penelitian dalam The New England Journal of Medicine dan Cell Metabolism menunjukkan intermittent fasting berkorelasi dengan perbaikan parameter metabolik dan inflamasi sistemik.

Keseimbangan Leptin–Ghrelin

Puasa melatih respons hipotalamus terhadap hormon lapar (ghrelin) dan kenyang (leptin), sehingga kontrol nafsu makan menjadi lebih stabil dalam jangka menengah.

DIMENSI SPIRITUAL

Menariknya, keseimbangan hormon ini selaras dengan tujuan puasa: pengendalian diri, kestabilan emosi, dan kejernihan berpikir.
Tubuh lebih stabil. Jiwa lebih tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *