Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Mualem Minta Anggaran Rp2,5 Triliun Maksimal Pulihkan Sawah dan Kebun

27
×

Mualem Minta Anggaran Rp2,5 Triliun Maksimal Pulihkan Sawah dan Kebun

Sebarkan artikel ini
Gubernur Aceh Mualem meminta dana Rp2,5 triliun dimaksimalkan untuk pemulihan sawah dan kebun terdampak bencana.

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, meminta Kementerian Pertanian memaksimalkan alokasi anggaran Rp2,5 triliun untuk memulihkan sawah dan kebun yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Mualem menyampaikan pesan itu melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (27/7/2026).

Mualem juga mengapresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas dukungan anggaran tersebut. Ia berharap seluruh pihak memanfaatkan dana itu secara optimal agar petani dan pekebun segera kembali berproduksi.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Saya berterima kasih kepada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), dan saya harap dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Nurlis menjelaskan, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, melaporkan perkembangan pemulihan lahan kepada Gubernur pada Kamis (23/7/2026). Azanuddin juga memaparkan rencana penggunaan anggaran tersebut.

Azanuddin mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota mengusulkan anggaran itu kepada Kementerian Pertanian. Pemerintah akan memakai dana tersebut untuk memulihkan lahan, menyediakan alat pertanian, membeli benih padi, dan menyediakan benih jagung.

Pemulihan Sawah dan Kebun Terus Berjalan

Azanuddin mencatat bencana hidrometeorologi merusak sekitar 57.485 hektare lahan sawah di Aceh. Saat ini, jajaran Dinas Pertanian mengoptimalkan pemulihan pada lahan seluas 40.852 hektare.

Ia juga mencatat bencana merusak 60.438 hektare lahan perkebunan. Hingga kini, tim di lapangan terus memulihkan 40.418 hektare lahan perkebunan.

Mualem berharap seluruh petani dan pekebun segera bangkit setelah proses rehabilitasi selesai. Ia meminta seluruh Dinas Pertanian dan Perkebunan di Aceh bekerja lebih keras serta membangun komunikasi dengan semua pihak.

“Gubernur berpesan agar Distanbun seluruh Aceh bekerja keras dan membangun komunikasi dengan semua pihak. Insya Allah, Allah akan mudahkan semua,” kata Nurlis menyampaikan pesan Mualem.

Mualem menegaskan percepatan pemulihan pertanian dan perkebunan harus menjadi prioritas. Menurutnya, sebagian besar masyarakat Aceh menggantungkan mata pencaharian pada kedua sektor tersebut.

Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi Aceh

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menunjukkan sekitar 38 hingga 41 persen penduduk bekerja di sektor pertanian. Sektor ini juga menyumbang lebih dari 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.

Mualem kembali menegaskan komitmen itu saat Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD PERHIPTANI Kabupaten/Kota se-Aceh Masa Bakti 2025–2030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026). Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, membacakan sambutan Gubernur pada acara tersebut.

“Pemerintah Aceh menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan Aceh,” kata Mualem dalam sambutan yang dibacakan Azanuddin Kurnia.

Mualem menilai sektor pertanian menopang ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mempercepat pemulihan lahan agar produktivitas pertanian Aceh kembali meningkat.