Scroll untuk baca artikel
Banda Aceh

Mahasiswa USK Ditemukan Meninggal Dunia di Asrama, Polisi Olah TKP

42
×

Mahasiswa USK Ditemukan Meninggal Dunia di Asrama, Polisi Olah TKP

Sebarkan artikel ini
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di asrama mahasiswa USK, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Minggu (23/8/2026).

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Seorang mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) bernama Azmil Firansyah (18) meninggal dunia di kamar asrama mahasiswa USK, Jalan Inong Balee, Gampong Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/8/2026) sore, sekitar pukul 18.25 WIB. Rekannya, Habibi (18), pertama kali menemukan korban yang berasal dari Kabupaten Aceh Singkil itu.

Kapolsek Syiah Kuala AKP Alven Febrino mewakili Plt Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho menyampaikan bahwa pihak kepolisian mendatangi lokasi begitu menerima laporan. Petugas langsung menangani kasus dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang kurang sehat pada sore hari itu. Rekan korban terakhir melihatnya di sekitar kamar sebelum kejadian, lalu korban turun ke lantai bawah.

Kronologi Penemuan

Habibi selaku saksi sempat menunaikan salat Ashar sebelum naik ke lantai atas asrama untuk mencari kursi belajar. Sekitar pukul 18.25 WIB, ia menemukan korban di kamar lantai tiga dalam kondisi tidak bernyawa.

Saksi langsung meminta bantuan penghuni asrama lainnya begitu mendapati kondisi tersebut. Sejumlah mahasiswa datang dan bersama-sama mengevakuasi korban ke lantai bawah.

Saksi turut memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP) kepada korban. Korban tidak menunjukkan respons meski saksi telah berupaya keras menolongnya.

Baca Juga: Polresta Banda Aceh Tahan Pemuda Pidie Jaya, Diduga Gelapkan Rp68 Juta

Proses Evakuasi dan Penanganan Polisi

Pihak asrama menghubungi ambulans RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), namun proses evakuasi memerlukan pendampingan polisi terlebih dahulu. Rekan korban akhirnya menjemput bantuan ambulans dari Rumah Sakit Pendidikan USK dan fasilitas kesehatan terdekat.

Ambulans tiba di lokasi sekitar pukul 19.21 WIB dan langsung membawa korban ke RSUDZA. Petugas Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh menyusul tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB untuk mengolah TKP.

Penyidik langsung mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut. Pihak keluarga korban menolak proses visum et repertum dan berharap dapat segera membawa jenazah pulang ke Kabupaten Aceh Singkil.

Polisi hingga kini masih mendalami peristiwa yang dialami korban. Satreskrim Polresta Banda Aceh menyatakan proses penanganan kasus ini masih berlangsung.