Scroll untuk baca artikel
AcehPemerintah

Kak Na Ajak Anak Aceh Berani Lawan Bullying di Lingkungannya

29
×

Kak Na Ajak Anak Aceh Berani Lawan Bullying di Lingkungannya

Sebarkan artikel ini

Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir mengajak seluruh anak di Aceh untuk berani melawan segala bentuk perundungan atau bullying. Kak Na, sapaan akrab Marlina Muzakir, menyampaikan ajakan tersebut saat berdialog dengan Forum Aneuk Tanoh Rencong di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (24/7/2026) malam. Ia menekankan pentingnya anak-anak melaporkan setiap kekerasan yang mereka alami atau saksikan.

Ajakan Berani Melapor

Kak Na meminta anak-anak untuk tidak diam saat menghadapi kekerasan maupun perundungan. Mereka dapat langsung melaporkan kasus tersebut kepada aparat berwajib setempat. Dengan begitu, aparat bisa segera menangani setiap kasus kekerasan anak secara tepat.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Ananda semua harus berani melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan ananda. Jika menemukan kasus kekerasan, bullying dan jenis kejahatan anak lainnya, ananda bisa melaporkan kepada aparat berwajib,” kata Marlina Muzakir, Ketua TP PKK Aceh.

Kak Na turut membuka jalur pelaporan melalui media sosial pribadinya. Anak-anak yang mengalami perundungan bisa langsung mengirim pesan kepadanya. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah masing-masing anak.

“Ananda juga bisa melawan bentuk perundungan tersebut via media sosial. Bisa juga mengirim direct message ke Bunda agar Bunda bisa berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah ananda,” ujar Marlina.

Menyoroti Kasus Kekerasan Anak di Aceh Timur

Kak Na turut menyinggung kasus kekerasan anak yang sempat terjadi di Kabupaten Aceh Timur. Ia menyayangkan cara penanganan kasus itu yang menurutnya jauh dari sepadan. Bahkan, ia menyebut hukuman itu terlalu berlebihan untuk kesalahan sekecil itu.

Seorang anak mengambil uang senilai Rp10 ribu, namun pelakunya justru menghukumnya secara brutal. Kak Na menilai tindakan tersebut sebagai kesalahan besar yang semestinya bisa mereka cegah. Menurutnya, pendekatan seperti ini justru berpotensi menambah trauma pada anak.

“Apa yang ananda tersebut lakukan memang sebuah kesalahan. Namun menghukum seorang bocah yang kedapatan mengambil uang hanya sebesar Rp10 ribu dengan demikian brutal tentu merupakan sebuah kesalahan besar,” tegas Marlina.

Kak Na mendorong para orang tua agar rutin mengajarkan kejujuran kepada anak-anak mereka. Ia juga meminta orang tua menanamkan rasa tanggung jawab sejak usia dini. Pendidikan karakter semacam ini, menurutnya, akan membantu anak memahami batas antara hak dan bukan haknya.

Mengajak Masyarakat Lebih Bijak

Kak Na mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi kenakalan anak dan remaja. Ia berharap kasus serupa di Aceh Timur tidak akan terulang di daerah lain manapun. Terlebih lagi, ia mengingatkan bahwa setiap anak Aceh merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Pendekatan persuasif, menurut Kak Na, jauh lebih efektif dibanding tindakan kekerasan. Masyarakat sebaiknya mencari tahu alasan di balik kesalahan seorang anak terlebih dahulu. Bisa jadi, anak tersebut mengambil langkah keliru karena lapar atau menghadapi kebutuhan mendesak.

“Anak Aceh adalah anak kita semua, jika kasus seperti di Aceh Timur terulang lagi, sebaiknya diselesaikan dengan cara-cara yang lebih manusiawi. Tanyakan kenapa dia mengambil uang tersebut, bisa jadi ia lapar atau ada kebutuhan mendesak yang belum mampu dijangkau nalar seorang anak,” jelas Marlina.

Ia mengingatkan bahwa nalar anak belum sepenuhnya mampu memahami baik dan buruk suatu perbuatan. Karena itulah, kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam mendidik generasi penerus Aceh. Setiap elemen masyarakat, menurutnya, perlu ambil bagian dalam proses ini.

“Nalar anak tentu belum mampu menjangkau baik buruk suatu perbuatan negatif serta sebab akibat yang timbul dari sebuah kesalahan yang mereka lakukan. Jadi, mari kita jadikan pendidikan anak sebagai sebuah kesadaran kolektif,” ucap Marlina.

Menyambut Hari Anak Nasional 2026

Kak Na turut menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Anak Nasional 2026 kepada seluruh anak Aceh. Ia berharap anak-anak Aceh dapat tumbuh menjadi pribadi yang saleh, sehat, kuat, dan berdaya saing. Puncak peringatan Hari Anak Nasional sendiri berlangsung keesokan harinya di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya.

Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh A Murthala turut menghadiri acara dialog tersebut. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Meutia Juliana juga hadir mendampingi kegiatan tersebut.