Scroll untuk baca artikel
AcehInternasional

Iran Bantah Klaim Negosiasi dengan AS, Tegaskan Siap Balas Pelanggaran

108
×

Iran Bantah Klaim Negosiasi dengan AS, Tegaskan Siap Balas Pelanggaran

Sebarkan artikel ini
Juru bicara Iran menegaskan negaranya tidak meminta negosiasi dengan Amerika Serikat.

Pewarta Aceh | ACEH – Pemerintah Iran membantah klaim bahwa Teheran meminta pembicaraan baru dengan Amerika Serikat (AS). Iran menegaskan posisi diplomatiknya tetap konsisten dan angkatan bersenjata siap merespons setiap pelanggaran Washington terhadap kesepakatan sebelumnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan penegasan itu pada Sabtu (12/7). Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran meminta negosiasi baru.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Iran tak meminta pembicaraan dengan Washington,” kata Esmail Baghaei.

Baghaei menegaskan pemerintah Iran tetap berpegang pada prinsip hubungan timbal balik dalam setiap proses diplomasi. Iran tidak akan memenuhi kewajiban baru jika Washington tidak menunjukkan langkah serupa.

Ia juga menilai pemerintah AS berulang kali mengabaikan komitmen dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Menurutnya, sikap itu memperburuk hubungan kedua negara.

Iran Nilai AS Langgar Kesepakatan

Baghaei menyatakan AS beberapa kali melanggar isi MoU hanya 22 hari setelah kedua negara menandatanganinya. Pelanggaran itu mencakup pembatasan ekspor minyak Iran dan penerapan sanksi baru.

“Washington telah berulang kali melanggar ketentuan nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani,” kata Baghaei.

Ia menambahkan Iran telah mengambil berbagai langkah balasan untuk merespons kebijakan tersebut.

“Republik Islam Iran telah mengambil langkah-langkah timbal balik yang diperlukan, dan pendekatan ini akan berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Meski membantah adanya permintaan negosiasi kepada AS, Baghaei mengungkapkan Iran tetap menerima permintaan dari mediator kawasan untuk membahas perkembangan terbaru. Dalam agenda itu, Iran juga menerima kunjungan delegasi Qatar di Kota Mashhad.

Trump Klaim Iran Ingin Lanjutkan Dialog

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengklaim Iran menghubungi Washington untuk melanjutkan pembicaraan. Trump juga menyebut pemerintah AS menyambut positif usulan tersebut.

Namun, pemerintah Iran langsung membantah pernyataan itu. Teheran menegaskan tidak pernah mengajukan permintaan negosiasi kepada Washington.

Hubungan kedua negara kembali memanas setelah ketegangan militer meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu memicu saling tuding terkait pelaksanaan kesepakatan yang kedua negara sepakati.

Pada Juni lalu, AS dan Iran menandatangani MoU yang memuat sejumlah poin penting. Kesepakatan itu mencakup penghentian pertempuran di berbagai front, pencairan aset Iran yang dibekukan AS, serta membuka kembali akses impor minyak Iran.

Iran menilai berbagai ketentuan dalam kesepakatan itu tidak berjalan sesuai komitmen. Pemerintah Iran juga menuduh AS tetap memberlakukan sanksi baru dan menyerang wilayah Iran, termasuk fasilitas sipil.

Situasi tersebut kembali mendorong hubungan diplomatik kedua negara ke fase yang penuh ketegangan. Hingga kini, kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.