Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengikuti rapat koordinasi nasional percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor secara virtual dari Kantor Gubernur Aceh, Selasa (21/7/2026).
Fadhlullah mengikuti rapat bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memimpin rapat tersebut sebagai Kepala Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana (PRR).
Rapat juga melibatkan para gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dengan demikian, pemerintah pusat dan daerah dapat menyamakan langkah untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Bahas Perkembangan Pembangunan Huntap
Para menteri dan pimpinan lembaga memaparkan perkembangan program pemulihan pascabencana. Mereka juga menjelaskan progres pembangunan hunian tetap di sejumlah daerah.
Selain itu, peserta rapat membahas berbagai kendala yang masih muncul di lapangan. Pemerintah daerah juga menyampaikan kebutuhan dukungan agar pembangunan berjalan lebih cepat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memaparkan capaian pembangunan huntap di wilayah terdampak. Ia juga menjelaskan target penyelesaian pembangunan dan jumlah unit huntap yang akan dibangun di setiap daerah.
Menteri PKP turut mengulas sejumlah hambatan pembangunan. Kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung menjadi perhatian utama dalam percepatan pembangunan huntap.
Pemerintah Perkuat Sinergi Pascabencana
Rapat tersebut juga melibatkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, perwakilan PLN, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Seluruh peserta menyampaikan perkembangan tugas sesuai bidang masing-masing. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar program pemulihan berjalan sesuai rencana.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berharap pembangunan hunian tetap dapat berlangsung sesuai target. Dengan begitu, masyarakat yang terdampak banjir dan longsor dapat segera menempati rumah yang aman dan layak huni.















