Scroll untuk baca artikel
Balai BahasaNasionalPendidikan

Kemendikdasmen Salurkan 5,5 Juta Buku Perkuat Literasi Siswa

55
×

Kemendikdasmen Salurkan 5,5 Juta Buku Perkuat Literasi Siswa

Sebarkan artikel ini

Pewarta Aceh | JAWA TENGAH – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyalurkan 5,5 juta buku bacaan bermutu untuk siswa SD dan SMP di seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengumumkan program ini di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Langkah ini menyasar penguatan budaya literasi sekaligus mendukung mutu pendidikan dasar.

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa peningkatan literasi mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program pembangunan sumber daya manusia nasional bergantung pada kemampuan membaca generasi muda, termasuk anak-anak di daerah terpencil. Kemendikdasmen menempatkan distribusi buku sebagai strategi utama untuk mencapai target tersebut.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

“Peningkatan minat baca membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat,” kata Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menegaskan bahwa upaya literasi tidak akan berhasil tanpa dukungan lintas sektor, apalagi di wilayah dengan akses buku yang masih terbatas.

Akses Digital Diperluas

Kemendikdasmen turut menghadirkan buku digital, audio, dan video melalui platform Rumah Pendidikan. Masyarakat dapat mengakses layanan ini secara gratis kapan saja. Kementerian berharap fasilitas digital ini memperluas jangkauan sumber belajar berkualitas, khususnya bagi siswa di daerah tertinggal.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria mengapresiasi langkah penguatan literasi inklusif. Ia menyoroti perhatian khusus program ini terhadap anak berkebutuhan khusus, misalnya lewat penyediaan buku berformat ramah disabilitas. Dukungan tersebut memperkuat prinsip pemerataan pendidikan bagi semua kalangan.

Badan Bahasa turut mendistribusikan buku ke 510 kabupaten dan kota di 38 provinsi. Sebaran ini menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, bahkan hingga daerah terdepan dan terluar. Data tersebut menunjukkan skala besar program literasi nasional yang tengah digencarkan pemerintah.

Prioritas Sekolah Tertinggal

Pemerintah memprioritaskan penyaluran buku bagi sekolah dengan capaian literasi di bawah kompetensi minimum. Tim penyusun program menentukan prioritas ini berdasarkan hasil Asesmen Nasional. Sekolah-sekolah tersebut membutuhkan tambahan bahan bacaan berkualitas untuk mengejar ketertinggalan.

Kemendikdasmen menargetkan lahirnya generasi cerdas, kritis, dan berkarakter melalui program ini. Kementerian berharap kegemaran membaca tumbuh sejak usia sekolah dasar, sehingga budaya literasi terbentuk secara berkelanjutan. Kementerian optimistis kolaborasi berbagai pihak mampu mewujudkan tujuan tersebut, termasuk keterlibatan aktif dunia usaha dan masyarakat.