Scroll untuk baca artikel
Nagan RayaPendidikan

Ketua DPRK Nagan Raya Hadiri Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat, Dukung Akses Pendidikan Gratis bagi Anak Kurang Mampu

14
×

Ketua DPRK Nagan Raya Hadiri Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat, Dukung Akses Pendidikan Gratis bagi Anak Kurang Mampu

Sebarkan artikel ini
Bupati Nagan Raya membuka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 didampingi Ketua DPRK, Jumat (31/7/2026).

Pewarta Aceh | Nagan Raya – Ketua DPRK Nagan Raya, Mohd. Rizki Ramadhan, menghadiri kegiatan open house bersama orang tua siswa sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya Tahun Ajaran 2026/2027. Acara tersebut berlangsung di Gedung Sekolah Rakyat, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Jumat (31/7/2026). Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, SH., MH., membuka kegiatan itu secara resmi melalui prosesi peusijuek sebagai ungkapan rasa syukur.

Program strategis nasional ini muncul atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat memilih Nagan Raya sebagai salah satu daerah penyelenggara program tersebut, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi tonggak sejarah baru bagi kabupaten ini. Bahkan, banyak warga menyambut antusias kehadiran sekolah gratis ini sejak awal pembangunan.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Wujud Keadilan Sosial melalui Pendidikan

Bupati TRK menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial. Menurutnya, masyarakat kurang mampu kini dapat mengakses pendidikan berkualitas secara gratis, sehingga kesenjangan pendidikan berangsur berkurang.

“Hari ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Nagan Raya. Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat,” ujar TRK.

Sekolah ini menerapkan sistem boarding school dengan fasilitas lengkap dan modern. Program tersebut memang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, sehingga keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk meraih pendidikan berkualitas. Terlebih lagi, seluruh siswa akan tinggal bersama dalam satu lingkungan asrama yang sama.

Bupati berharap para siswa tumbuh menjadi generasi unggul yang berdaya saing sekaligus berakhlak mulia. Kepada peserta didik, ia berpesan agar memanfaatkan masa MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah dan membangun persahabatan. Selain itu, ia juga mendorong siswa agar segera menjalin kedekatan dengan guru dan pengasuh asrama.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Kesempatan ini merupakan peluang emas yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya,” pesan TRK.

Bupati turut mengapresiasi para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah berjanji akan memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan hingga pengembangan potensi diri tanpa memungut biaya apa pun. Dengan demikian, orang tua tidak perlu lagi menanggung beban biaya sekolah maupun tempat tinggal anak.

“Seluruh kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, pembinaan karakter hingga pengembangan potensi diri akan dipenuhi secara optimal tanpa dipungut biaya,” katanya.

Usai membuka MPLS, Bupati mengalungkan tanda peserta secara simbolis kepada tiga perwakilan siswa. Ketiganya yakni Muhammad Furqan dari jenjang SD asal Kecamatan Kuala, Sandrian dari jenjang SMP asal Kecamatan Darul Makmur, dan Arifa Humaira dari jenjang SMA asal Kecamatan Seunagan Timur. Ketiga siswa tersebut mewakili ratusan peserta didik lain yang hadir pada acara pembukaan.

Ratusan Siswa dari Berbagai Kecamatan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya, Ali Munir, S.E., M.M.Ak., melaporkan jumlah peserta didik tahun ajaran ini mencapai 330 siswa. Rinciannya terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA asal Nagan Raya, ditambah 60 siswa titipan dari Sekolah Rakyat rintisan Kabupaten Aceh Selatan. Artinya, sekolah ini tidak hanya melayani siswa lokal, tetapi juga daerah tetangga.

Seluruh peserta tersebut berasal dari 10 kecamatan di Nagan Raya, selain peserta titipan dari Aceh Selatan. Ali Munir turut mengapresiasi panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi sejak proses pembangunan hingga pelaksanaan MPLS. Ia berharap kerja sama serupa terus berlanjut pada tahun ajaran berikutnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, R. Gandhi Wijaya Cahyo Prajanto, turut memberikan apresiasi. Ia menilai komitmen Bupati TRK dalam menghibahkan lahan pembangunan menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah. Menurutnya, langkah semacam ini patut dicontoh oleh daerah lain yang ingin menyelenggarakan program serupa.

Program Sekolah Rakyat sendiri mengemban amanah Presiden Republik Indonesia untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Melalui program ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan setara dalam meraih masa depan. Meski demikian, keberhasilan program ini tetap bergantung pada dukungan seluruh elemen masyarakat.

Perwakilan PT Waskita Karya (Persero), Ir. Bayu Purnomo, S.T., M.T., kemudian melanjutkan rangkaian kegiatan dengan memaparkan sosialisasi tata letak dan fasilitas Sekolah Rakyat. Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya, Samsuardi, S.Pd., turut memaparkan program tersebut kepada siswa dan orang tua. Rangkaian acara pun ditutup dengan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir. [Zulfikar]