Scroll untuk baca artikel
Nagan Raya

STIAPEN Gelar FGD Kurikulum bersama Dunia Industri

47
×

STIAPEN Gelar FGD Kurikulum bersama Dunia Industri

Sebarkan artikel ini
Peserta FGD Kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis STIAPEN berdiskusi bersama mitra dunia industri di Suka Makmue.

STIAPEN Libatkan Industri dalam Penyusunan Kurikulum

Pewarta Aceh | SUKA MAKMUE – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan dan Penyelarasan Kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis Tahun 2026 di Suka Makmue. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah mitra dari dunia industri untuk memberi masukan langsung. STIAPEN berharap masukan tersebut mampu memperkaya kompetensi lulusan sebelum terjun ke dunia kerja.

Ketua STIAPEN, Maulidar SE MSi, menyampaikan bahwa forum ini menjadi bahan penting bagi pengembangan kurikulum. Ia ingin proses pembelajaran semakin selaras dengan kebutuhan riil industri. Diskusi berlangsung terbuka dan interaktif antara civitas akademika dengan para praktisi.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Forum ini membekali mahasiswa dengan gambaran menyeluruh sebelum memasuki dunia kerja. Materi yang dibahas mencakup kemampuan teknis, komunikasi, hingga penguasaan teknologi digital. Peserta juga mendiskusikan pentingnya kerja sama tim, sikap profesional, dan kemampuan memecahkan masalah.

“Hal ini dinilai penting untuk membekali mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja,” ungkap Maulidar, Rabu (2/9/2026).

Kolaborasi Diharapkan Berlanjut ke Program Praktik

Maulidar berharap kerja sama ini membuka lebih banyak peluang belajar bagi mahasiswa. Ia ingin kolaborasi tidak berhenti pada kegiatan FGD semata. Kesempatan magang dan pengalaman langsung dari industri menjadi target berikutnya.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan FGD. Ke depan, kami ingin mahasiswa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung dari dunia industri,” ujar Maulidar.

Ketua Program Studi Administrasi Bisnis, Adria SE MSi, menilai forum ini efektif memperbaiki kurikulum dan proses pembelajaran. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara teori dan keterampilan praktis bagi mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri. Masukan dari para mitra akan membantu kami membuat pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Adria.

Masukan Industri Perkaya Standar Kompetensi

Adria menyebut keterlibatan mitra memberi gambaran lebih jelas soal kompetensi yang dibutuhkan usai kelulusan. Kebutuhan industri akan langsung diadopsi ke dalam materi pembelajaran kampus. Langkah ini bertujuan agar lulusan memiliki bekal lebih dari sekadar ijazah.

“Apa yang dibutuhkan industri akan kami jadikan bahan dalam pembelajaran. Dengan begitu, setelah lulus mahasiswa tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja,” kata Adria.

Adria berharap kerja sama dengan dunia industri terus berkembang melalui berbagai program lanjutan. Ia menargetkan mahasiswa mendapat lebih banyak pengalaman praktik dan magang ke depan. Pengalaman langsung tersebut diyakini mampu membangun rasa percaya diri mahasiswa saat memasuki dunia kerja.

“Kami ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik, magang, dan kegiatan lainnya. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa akan lebih siap dan percaya diri ketika memasuki dunia kerja,” tutup Adria.

Kegiatan FGD ini turut dihadiri Pimpinan Bank Mustaqim Cabang Kuala dan Cabang Seunagan. Pimpinan Cabang Pegadaian Meulaboh, Pimpinan BSI Simpang Peut, serta perwakilan BSI Seunagan juga hadir memberi masukan. Perwakilan BPS Nagan Raya, Ketua HIPMI Nagan Raya, PT Bara Energi Lestari, alumni, dan dosen Program Studi Administrasi Bisnis turut memeriahkan forum ini. [Zulfikar]