Scroll untuk baca artikel
AcehNews

BPOM dan BBPOM Aceh Gelar Monev DAK BOK di Pidie dan Sabang

47
×

BPOM dan BBPOM Aceh Gelar Monev DAK BOK di Pidie dan Sabang

Sebarkan artikel ini
Tim BPOM dan BBPOM Aceh saat menggelar monev DAK BOK pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Pidie, Juni 2026.

BPOM dan BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan Obat-Makanan Lewat Monev di Pidie dan Sabang

PewartaAceh | BANDA ACEH — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan (DAK NF BOK POM) Tahun Anggaran 2026 pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan dua hari ini menyasar Kabupaten Pidie dan Kota Sabang. Tim turun langsung untuk mempercepat capaian kinerja pengawasan obat dan makanan di kedua daerah itu.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Tim gabungan BPOM dan BBPOM Aceh menemui jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dan Dinas Kesehatan Kota Sabang. Mereka membahas realisasi anggaran, capaian indikator kinerja, dan strategi lapangan yang sudah berjalan. Tim juga menelaah dokumen pelaksanaan program untuk memastikan semua kegiatan sesuai rencana.


DAK BOK POM: Lebih dari Sekadar Anggaran

DAK NF BOK POM mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah. Program ini juga memperkuat pengawasan distribusi produk dan mengedukasi warga agar lebih selektif memilih obat dan makanan yang aman serta bermutu. Tanpa dukungan dana ini, pengawasan di daerah terpencil sulit berjalan optimal.

Tim monev memberi pendampingan langsung kepada pemerintah daerah. Mereka menyampaikan masukan soal percepatan kegiatan dan penguatan sistem pelaporan. Tim juga mendorong optimalisasi serapan anggaran agar target akhir tahun terpenuhi.


Program Berjalan Baik, Sejumlah PR Masih Menanti

Secara umum, pelaksanaan DAK NF BOK POM 2026 di Pidie dan Sabang berjalan sesuai rencana. Berbagai kegiatan pengawasan dan pemberdayaan masyarakat sudah bergulir di lapangan. Warga mulai merasakan manfaat perlindungan dari produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Meski begitu, tim menemukan beberapa aspek yang masih perlu dibenahi. Percepatan pelaksanaan kegiatan dan ketepatan pelaporan capaian program menjadi dua poin yang harus segera diperbaiki. Jika tidak, target akhir tahun anggaran berisiko tidak tercapai secara maksimal.


Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

BPOM dan BBPOM Aceh menegaskan komitmen mereka untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Koordinasi yang solid antara pusat dan daerah menjadi kunci membangun sistem pengawasan obat dan makanan yang efektif sekaligus berkelanjutan. BPOM menargetkan kolaborasi ini terus menguat hingga akhir tahun anggaran.

Masyarakat yang sehat, cerdas, dan terlindungi menjadi tujuan akhir dari seluruh upaya pengawasan ini. BPOM berharap sinergi yang semakin solid dengan pemda dapat menekan risiko peredaran produk berbahaya di tingkat daerah.