Pewarta Aceh | BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Banda Aceh menggelar Podcast Berbincang Asik Episode 20. Podcast ini mengangkat tema “Merdeka dengan Obat dan Makanan Tepercaya” pada Kamis (27/8/2026). Host Suhil Alfata memandu diskusi bersama dua narasumber ahli. BBPOM Aceh menghadirkan Desi Ariyanti Ningsih dan Efriza Fijral Miladi dari Bea Cukai Banda Aceh.
Kedua narasumber membahas pengawasan pemasukan obat dan makanan ke Indonesia. Mereka juga menyoroti pentingnya sinergi BPOM dan Bea Cukai dalam melindungi masyarakat. Diskusi ini mengajak publik memaknai kemerdekaan dari sisi kehidupan sehari-hari.
Kemerdekaan menurut BBPOM Aceh bukan hanya soal kedaulatan bangsa. Masyarakat juga berhak mendapatkan obat dan makanan yang aman serta bermutu. Perlindungan masyarakat menjadi fondasi penting mewujudkan masyarakat sehat dan produktif.
Sinergi Perkuat Pengawasan Pintu Masuk
Desi Ariyanti Ningsih menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pengawasan. “Kemerdekaan sejati juga tercermin ketika masyarakat terlindungi dan memiliki akses terhadap obat dan makanan yang aman, bermutu, dan tepercaya. Karena itu, perlindungan masyarakat membutuhkan pengawasan yang kuat serta keterlibatan semua pihak,” ucap Desi Ariyanti Ningsih, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Aceh.
Perdagangan lintas negara kini semakin mudah lewat e-commerce dan jasa titip. Kondisi ini membuat pengawasan pintu masuk Indonesia semakin krusial. Pengawasan ketat mencegah masuknya produk ilegal maupun produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
BPOM dan Bea Cukai pun memperkuat kolaborasi menjaga arus barang impor. Kedua lembaga memastikan kelancaran perdagangan tetap sejalan dengan perlindungan kesehatan. Pengawasan yang adaptif dibutuhkan menghadapi dinamika perdagangan yang terus berkembang.
Aturan SKI Border dan Post Border
Podcast turut mengulas Peraturan Badan POM Nomor 28 Tahun 2023. Regulasi ini mengatur pemasukan obat dan makanan melalui Surat Keterangan Impor. Terdapat dua jenis SKI yang berlaku, yakni SKI Border dan SKI Post Border.
SKI Border wajib dipenuhi sebelum barang keluar dari kawasan pabean. Sementara itu, SKI Post Border dapat dipenuhi sebelum atau sesudah barang keluar pabean. Ketentuan ini menyesuaikan kategori dan risiko produk yang masuk.
Baca Juga: Peringati Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Nagan Raya Tanam Ribuan Mangrove
Efriza Fijral Miladi menjelaskan tujuan utama pengawasan pemasukan barang. “Pengawasan pemasukan bukan semata-mata untuk membatasi arus produk, tetapi memastikan produk yang masuk tetap memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Di sinilah pentingnya keseimbangan antara kemudahan berusaha dan perlindungan masyarakat,” jelas Efriza Fijral Miladi, Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama KPPBC TMP C Banda Aceh.
Ajakan Cek KLIK untuk Konsumen Cerdas
Masyarakat yang membawa produk dari luar negeri perlu memahami aturan berlaku. Tren belanja lintas negara membuat pemahaman ini semakin relevan. BBPOM Aceh mendorong masyarakat menjadi konsumen cerdas sebelum membeli produk.
Cek KLIK menjadi langkah sederhana yang bisa diterapkan masyarakat. Langkah ini meliputi pengecekan Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Kebiasaan ini membantu masyarakat menghindari produk berisiko.
Pelaku usaha juga memegang peran penting membangun ekosistem yang tepercaya. Kepatuhan terhadap sertifikasi bukan sekadar pemenuhan regulasi semata. Desi menyebut kepatuhan ini sebagai bentuk tanggung jawab pelaku usaha.
“Pelaku usaha adalah mitra dalam perlindungan masyarakat. Kepatuhan terhadap standar, sertifikasi, dan izin edar harus dipandang sebagai bentuk komitmen untuk memastikan produk yang sampai kepada konsumen benar-benar aman dan memenuhi ketentuan,” tambah Desi Ariyanti Ningsih, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Aceh.
Sesi Jawab Netizen Perkaya Diskusi
Podcast Episode 20 turut menghadirkan sesi Jawab Netizen bertajuk JANET. Sesi ini menjawab berbagai pertanyaan yang dekat dengan keseharian masyarakat. Pertanyaan mencakup aturan membawa makanan dari luar negeri hingga belanja lintas negara.
BBPOM Aceh berupaya menghadirkan informasi yang mudah dipahami masyarakat. Ruang diskusi ini menjawab keresahan publik soal peredaran obat dan makanan impor. Kolaborasi BPOM dan Bea Cukai menjadi kunci membangun sistem pengawasan kuat.
Pengawasan pintu masuk, kepatuhan pelaku usaha, dan partisipasi masyarakat saling melengkapi. Ketiganya membentuk ekosistem obat dan makanan yang aman dan tepercaya. BBPOM Aceh terus mendorong masyarakat cerdas memilih produk menuju Indonesia Emas 2045.















