Scroll untuk baca artikel
Aceh TamiangPemerintah

Sekda Aceh Pimpin Tanam Padi Perdana Pascabencana di Aceh Tamiang

29
×

Sekda Aceh Pimpin Tanam Padi Perdana Pascabencana di Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh memimpin tanam padi perdana pascabencana di Desa Bukit Panjang, Aceh Tamiang.

PewartaAceh | ACEH TAMIANG – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, memimpin gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026). Pemerintah Aceh menggelar kegiatan itu untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas pangan.

M. Nasir mewakili Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, pada kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan T. Robby Irza, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Gerakan tanam padi menjadi simbol kebangkitan petani setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Aceh. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan pemulihan lahan agar petani kembali berproduksi.

Bencana hidrometeorologi berdampak besar terhadap sektor pertanian. Data Pemerintah Aceh mencatat sekitar 57.364 hektare sawah dan 60.438 hektare lahan perkebunan terdampak. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat banjir lumpur.

Pemulihan Lahan Menjadi Prioritas

M. Nasir menegaskan tanam perdana bukan sekadar kegiatan seremonial. Sebaliknya, kegiatan itu menunjukkan semangat petani dalam menjaga ketahanan pangan Aceh.

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimistis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” kata M. Nasir, Sekretaris Daerah Aceh.

Pemerintah Aceh menempatkan rehabilitasi dan optimalisasi lahan sebagai program prioritas. Selain itu, pemerintah terus mempercepat perbaikan sawah yang terdampak bencana.

M. Nasir mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta kelompok tani. Menurutnya, sinergi tersebut mempercepat pemulihan lahan pertanian.

Ia juga mengajak petani memanfaatkan musim tanam secara optimal. Di samping itu, petani perlu menjaga semangat gotong royong dan mengikuti arahan pemangku adat setempat.

Progres Pemulihan Terus Berjalan

M. Nasir menyampaikan progres optimalisasi lahan terdampak bencana telah mencapai 32 persen. Program tersebut mencakup pekerjaan di 18 kabupaten dan kota di Aceh.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementan yang bergerak cepat membantu petani kita. Pemulihan ini menjadi prioritas utama agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,” ujar M. Nasir.

Pemerintah membagi program pemulihan berdasarkan tingkat kerusakan lahan. Pertama, pemerintah mengoptimalkan lahan dengan kategori rusak ringan. Kemudian, pemerintah merehabilitasi sawah yang mengalami kerusakan sedang. Terakhir, petani mengolah lahan setelah seluruh pekerjaan fisik selesai.

Program pemulihan juga menyasar infrastruktur pertanian. Bahkan, pemerintah memperbaiki jaringan irigasi, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, serta Jalan Usaha Tani.

M. Nasir optimistis kolaborasi Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian akan mempercepat pemulihan sektor pertanian. Dengan demikian, puluhan ribu hektare lahan terdampak dapat kembali produktif dan mendukung kesejahteraan petani Aceh.