PewartaAceh | BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh terus memperkuat ekosistem islami di lingkungan kampus. Mereka ingin membina para mahasiswa penghafal Al-Qur’an secara berkelanjutan. Langkah nyata ini bertujuan memberikan ruang apresiasi bagi pemilik hafalan kalam ilahi.
Pihak kampus mewujudkan komitmen tersebut melalui pelaksanaan kegiatan Syahadah Mataqu. Acara religius ini berlokasi di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry, Rabu (10/6/2026). Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Mujiburrahman membuka langsung agenda pembinaan Markaz Tahfizh Al-Qur’an tersebut.
Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) menggandeng Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dalam menyukseskan program ini. Kegiatan strategis ini juga memeriahkan rangkaian peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa aktif penempuh hafalan mulai tiga hingga 30 juz.
Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Mujiburrahman menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Beliau memuji konsistensi mahasiswa dalam merawat hafalan di tengah padatnya jadwal perkuliahan.
“Tidak semua mahasiswa mendapatkan kesempatan dan kemampuan untuk terus bersama Al-Qur’an. Karena itu, mereka yang menjaga hafalan patut diberikan apresiasi dan dukungan agar semakin semangat di masa mendatang,” kata Mujiburrahman, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Perkuat Karakter Tradisi Keilmuan Qurani
Menurutnya, keberadaan kelompok hafiz dan hafizah merupakan aset berharga bagi universitas. Pihak kampus wajib mendukung eksistensi mereka melalui berbagai skema program pembinaan berkala. Kelompok mahasiswa ini juga memperkuat pilar tradisi keilmuan yang berakar pada nilai suci.
Beliau kemudian mengajak keterlibatan aktif dari unsur dosen hingga tenaga kependidikan. Masyarakat umum juga mendapat kesempatan luas untuk bergabung dalam program tahfiz pengelolaan PSQ.
“Kami ingin Pusat Studi Al-Qur’an menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an yang lebih luas, tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga bagi sivitas akademika dan masyarakat,” ujarnya menambahkan.
Suasana khidmat terasa saat Rektor Mujiburrahman menguji langsung kualitas hafalan mahasiswa. Beliau melantunkan potongan ayat suci secara acak sebagai stimulus awal. Selanjutnya, para peserta Syahadah Mataqu menyambung bacaan tersebut secara lancar dan fasih.
Ketua PSQ UIN Ar-Raniry Ivan Aulia menyebut agenda ini mampu memicu motivasi berlipat. Kegiatan syahadah menjadi fondasi awal untuk membumikan syiar Al-Qur’an di area kampus.
“Syahadah ini merupakan langkah awal untuk membumikan Al-Qur’an di UIN Ar-Raniry. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga hafalan mereka,” tutur Ivan, Ketua PSQ UIN Ar-Raniry.
Momen ini sekaligus menandai lahirnya generasi muda teladan pembawa kedamaian tengah masyarakat. Pihak pengelola berharap para lulusan syahadah mampu menyebarkan manfaat luas bagi peradaban bangsa.
Sekretaris Prodi IAT Muhajirul Fadhli menilai kerja sama ini membuktikan keseriusan penuh pihak akademisi. Kolaborasi antarlebaga sukses mencetak sarjana unggul berkarakter Qurani yang kuat.
“Kegiatan Syahadah Mataqu terlaksana atas kerja sama Pusat Studi Al-Qur’an UIN Ar-Raniry dengan prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry. Ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam memperkuat budaya Al-Qur’an serta mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Qurani yang kuat,” ungkap Muhajirul Fadhli, Sekretaris Prodi IAT UIN Ar-Raniry.















