Scroll untuk baca artikel
Aceh TimurPemerintah

Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Kejar Percepatan Musim Tanam

30
×

Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Kejar Percepatan Musim Tanam

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh meninjau rehabilitasi sawah di Aceh Timur untuk mempercepat pemulihan pertanian pascabencana.

PewartaAceh | ACEH TIMUR – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, meninjau rehabilitasi lahan sawah di Desa Matang Seupeng, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Senin (6/7/2026). Kunjungan itu bertujuan mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi agar petani segera kembali menggarap sawah.

M. Nasir memimpin peninjauan bersama sejumlah pejabat Pemerintah Aceh. Rombongan juga melibatkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Roby Irza, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, Kepala Dinas Pengairan Aceh Erwin, Tim Khusus Gubernur Faisal Rizal, Kepala BBRMP Aceh Firdaus, serta pejabat terkait lainnya.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Erwin Atlizar, menyambut rombongan bersama unsur Muspika, penyuluh pertanian, perwakilan Pupuk Indonesia, tokoh masyarakat, dan Kelompok Tani Ie Seuneulhop.

Plt. Kadistanbun Aceh, Azanuddin Kurnia, melaporkan rehabilitasi sawah rusak ringan seluas 6.304 hektare telah mencapai progres sekitar 40 persen. Sementara itu, rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 2.281 hektare telah mencapai progres sekitar 78 persen.

Pemulihan Sawah Terus Dipercepat

Azanuddin menambahkan kolaborasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota telah menangani pemulihan sawah seluas 40.988 hektare. Program itu mencakup lahan dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang.

Erwin Atlizar menjelaskan proses olah lahan seluas sekitar 30 hektare sedang berlangsung di lokasi peninjauan. Petani menargetkan lahan tersebut segera memasuki masa tanam.

Erwin juga meminta dukungan Pemerintah Aceh untuk mempercepat pasokan air dari Daerah Irigasi Jambo Aye. Pasokan air itu akan mengairi sekitar 350 hektare sawah di 12 desa yang berada di Kecamatan Simpang Ulim dan Pantee Bidari.

Mendengar laporan tersebut, M. Nasir langsung meminta Asisten Perekonomian dan Pembangunan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Koordinasi itu membuahkan respons positif karena BWS menyatakan siap mengambil langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan air petani.

Pemerintah Aceh Targetkan Sawah Segera Produktif

M. Nasir mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dan Satgas Pemulihan serta Rehabilitasi Pusat. Menurutnya, pemulihan sektor pertanian dan perikanan akan mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Pemerintah Aceh akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta unsur TNI agar seluruh program rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu,” kata M. Nasir, Sekretaris Daerah Aceh.

Ia berharap mayoritas sawah yang telah direhabilitasi dapat memasuki masa tanam pada Juli 2026. Dengan begitu, produktivitas pertanian masyarakat dapat kembali meningkat.

M. Nasir juga meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mencari solusi bagi sekitar 16.283 hektare sawah yang mengalami kerusakan berat. Ia optimistis kolaborasi seluruh pihak mampu memulihkan lahan tersebut secara bertahap hingga kembali produktif.

Sebelum menuju lokasi rehabilitasi sawah, M. Nasir bersama rombongan meninjau jaringan irigasi di depan Kantor Camat Darul Falah. Ia meminta Dinas Pengairan Aceh dan kontraktor mempercepat penyelesaian pekerjaan agar pasokan air segera mengalir dan petani dapat memulai musim tanam tanpa hambatan.