Scroll untuk baca artikel
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H - PT Midaya Network Group dan PewartaAceh.com
AcehHeadlineSosial

Solidaritas Tanpa Komando, Relawan Jagong Peduli Bangun Jembatan Penyelamat Akses Desa di Aceh Tengah

1
×

Solidaritas Tanpa Komando, Relawan Jagong Peduli Bangun Jembatan Penyelamat Akses Desa di Aceh Tengah

Sebarkan artikel ini
Komunitas Jagong Peduli Relawan Tanpa Batas | Foto editor : PewartaAceh

PewartaAceh|ACEH TENGAH —Di tengah keterisolasian wilayah pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Tengah pada November 2025, secercah harapan hadir dari gerakan warga yang bergerak tanpa komando.

Komunitas Jagong Peduli – Relawan Tanpa Batas berhasil membangun kembali jembatan penghubung antar desa yang sebelumnya terputus total akibat bencana hidrometeorologi.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Gerakan Spontan Tanpa Struktur Resmi

Koordinator Jagong Peduli, Khairuddin, mengatakan aksi kemanusiaan tersebut lahir secara spontan, tanpa perencanaan resmi maupun struktur organisasi.

“Kami bergerak begitu saja. Tidak ada yang mengomandoi. Semua merasa terpanggil,” ujar Khairuddin saat diwawancarai.

Aksi relawan warga Kecamatan Jagong Jeget ini dimulai sekitar sepekan setelah bencana, tepatnya pada 26 November 2025.

Akses Terputus dan Bantuan Tak Masuk

Saat itu, kondisi lapangan sangat memprihatinkan. Jalan terputus, sinyal komunikasi hilang, dan wilayah terdampak belum tersentuh bantuan.

Bahkan, aktivitas relawan sempat luput dari pantauan media karena keterbatasan akses komunikasi.

Meski Kecamatan Jagong Jeget tidak terdampak langsung secara fisik, warga setempat merasa terpanggil membantu desa-desa tetangga yang benar-benar terisolasi.

Logistik Diangkut dengan Motor dan Rakit Darurat

Pada awalnya relawan hanya mengandalkan sembilan unit sepeda motor untuk menembus jalur berlumpur dan rusak berat.

Logistik awal dibawa secara swadaya, mulai dari beras, sayuran, hingga kebutuhan pokok masyarakat.

Tak hanya itu, relawan juga membangun rakit darurat yang mampu mengangkut hingga enam ton logistik untuk menyeberangi sungai.

Dua Jembatan Jadi Urat Nadi Warga

Hasil kerja kolektif tersebut membuahkan hasil. Dua titik jembatan berhasil dibangun di jalur utama yang menghubungkan lima desa dan lintas kabupaten.

Keberadaan jembatan itu menjadi urat nadi masyarakat untuk kembali beraktivitas serta memudahkan distribusi bantuan kemanusiaan.

Mulai Dapat Dukungan BNPB dan Relawan Nasional

Pada 20 Desember 2025, aksi Jagong Peduli mulai mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa sling penyeberangan.

Saat akses komunikasi kembali normal, kegiatan relawan ini pun viral di media sosial dan mendapat perhatian luas.

Jembatan Gantung Bertahan dari Banjir Susulan

Jagong Peduli juga membangun jembatan gantung sederhana dengan drum plastik sebagai pelampung.

Teknologi sederhana ini membuat jembatan tetap berfungsi meski debit air sungai meningkat. Bahkan, saat diterjang banjir susulan, struktur jembatan terbukti mampu bertahan.

Kolaborasi dengan LSM dan TNI

Pada tahap lanjutan, Jagong Peduli berkolaborasi dengan Hands Foundation yang menyuplai material jembatan.

TNI turut membantu dengan penyediaan kayu di lokasi, sehingga proses pembangunan berjalan lebih cepat.

Saat ini, jembatan tersebut tengah memasuki tahap permanenisasi berkat dukungan berbagai pihak.

“Kami ingin Jagong Peduli terus ada dan siap bahu-membahu membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” pungkas Khairuddin.