Scroll untuk baca artikel
Bener MeriahPemerintah

Pemerintah Percepat Rehabilitasi Infrastruktur Pascabencana di Bener Meriah

38
×

Pemerintah Percepat Rehabilitasi Infrastruktur Pascabencana di Bener Meriah

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meninjau jembatan rusak akibat bencana di Bener Meriah.

PewartaAceh | BENER MERIAH – Menteri Dalam Negeri bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah pada Selasa, 7 Juli 2026. Sinergi ini bertujuan memulihkan infrastruktur publik secara cepat dan berkelanjutan.

Rombongan pejabat mendarat di Bandara Rembele setelah bertolak dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang. Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar bersama unsur Forkopimda menyambut langsung kehadiran tim kerja tersebut.

 PT Midaya Network Group Distributor Air Minum Kemasan Resmi

Mereka kemudian menggelar Rapat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana di Aula Pendopo Bupati. Pertemuan strategis ini melibatkan para camat, tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah setempat.

Fokus Perbaikan Jembatan dan Akses Publik

Pertemuan tersebut merumuskan langkah konkret untuk memperbaiki berbagai fasilitas publik yang rusak parah. Fokus utama penanganan tertuju pada perbaikan jembatan penghubung antarwilayah.

Pemerintah daerah berharap pemulihan infrastruktur ini dapat membangkitkan kembali roda perekonomian warga. Aktivitas sosial masyarakat juga ditargetkan segera normal setelah akses jalan terbuka penuh.

“Kami berkomitmen memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat dan tepat demi kepentingan masyarakat,” kata Fadhlullah, Wakil Gubernur Aceh.

Peninjauan Langsung Lapangan

Usai rapat, Mendagri beserta rombongan bergerak menuju lokasi proyek jembatan yang sedang diperbaiki. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target waktu.

Pemerintah Aceh terus memperkuat koordinasi dengan pusat untuk meminimalkan kendala teknis di lapangan. Pola komunikasi ini menjadi kunci utama keberhasilan program pemulihan jangka panjang.