PewartaAceh | Aceh – Puasa Ramadan kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan. Namun, bagaimana sebenarnya puasa memengaruhi metabolisme tubuh? Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa puasa dapat mengubah cara tubuh memproduksi dan menggunakan energi.
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan kalori selama beberapa jam. Dalam kondisi ini, tubuh awalnya menggunakan glukosa dari makanan terakhir. Setelah cadangan gula di hati menurun, tubuh mulai memecah lemak sebagai sumber energi.
Peneliti saraf Mark Mattson dalam publikasi di The New England Journal of Medicine menjelaskan bahwa puasa dapat memicu metabolic switching, yaitu peralihan penggunaan energi dari glukosa ke lemak. Proses ini berkontribusi pada pengurangan lemak tubuh.
Insulin Menurun, Lemak Lebih Mudah Dibakar
Selama puasa, kadar insulin dalam tubuh turun. Insulin yang rendah membantu tubuh mengakses cadangan lemak lebih mudah.
Ulasan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan bahwa pembatasan waktu makan dapat membantu mengontrol kalori dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Sementara itu, Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa puasa intermiten dapat membantu penurunan berat badan pada sebagian orang, terutama karena defisit kalori.
Tidak Otomatis Turun Berat Badan
Ahli mengingatkan, penurunan berat badan tidak terjadi otomatis. Konsumsi berlebihan saat berbuka dan sahur justru dapat menggagalkan manfaat puasa.
Pola makan seimbang, cukup protein, hidrasi, dan tidur cukup tetap menjadi kunci.















