PewartaAceh | JAKARTA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), secara resmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas kontribusi nyata dalam pengembangan dunia pendidikan di Bumi Serambi Mekkah. Hal tersebut disampaikan Mualem saat melakukan audiensi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/4).
Apresiasi utama diberikan atas pembangunan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Banda Aceh, yang merupakan cabang dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh. Kehadiran kampus ini menjadikannya sebagai cabang kedua di Indonesia setelah Jakarta.
“Kita perlu berterima kasih karena Arab Saudi telah mengambil peran signifikan dalam memperkaya khazanah pendidikan di Aceh,” ujar Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, Rabu (29/4).
Inisiasi Panjang Sejak Tahun 2012
Nurlis menjelaskan bahwa kehadiran LIPIA di Banda Aceh merupakan buah dari inisiasi panjang Mualem sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2012–2017. Komitmen tersebut dibangun melalui serangkaian kunjungan diplomasi ke Makkah, termasuk pertemuan dengan Imam Masjidil Haram dan pejabat tinggi Kerajaan.
Proses tersebut kemudian diperkuat dengan kunjungan balasan Duta Besar Arab Saudi pada 2015 dan 2016, hingga puncaknya pada kunjungan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi ke Aceh pada tahun 2017. Pemilihan Aceh sebagai lokasi pembangunan LIPIA dinilai sebagai bentuk perhatian khusus Kerajaan Arab Saudi terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam di daerah tersebut.
Ajakan Investasi dan Pemulihan Pascabencana
Selain sektor pendidikan, dalam pertemuan tersebut Mualem juga mengajak Pemerintah Arab Saudi untuk terlibat dalam program pemulihan infrastruktur pascabencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh.
Mualem turut menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada para pemodal dari Arab Saudi. “Gubernur secara terbuka mengundang para investor Arab Saudi untuk melihat peluang usaha di Aceh yang kini semakin terbuka lebar,” tambah Nurlis.
Penghormatan untuk Khadimul Haramain
Di akhir pertemuan, Gubernur Mualem menitipkan pesan terima kasih khusus kepada Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz, serta Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman. Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi Kerajaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dunia, khususnya bagi jemaah asal Indonesia dan Aceh.
Dalam audiensi tersebut, Mualem didampingi oleh jajaran staf khusus, di antaranya HM Fauzan Kamil Lc., Ma., Dr. Suraiya IT, H. Teuku Irsyadi, serta Kepala Kantor Penghubung Aceh di Jakarta, Said Marzuki.




















